Kamis, 26 Maret 2020 12:39 WIB

NASIONAL

Benarkan? Virus Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara, Simak Penjelasan dr. Spesialis Paru RSUP

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Benarkan? Virus Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara, Simak Penjelasan dr. Spesialis Paru RSUP Foto : Virus Corona/Ist

JurnalPatroliNews - Jakarta – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa virus corona baru atau Covid-19 dapat menular melalui percikan air liur atau droplet orang yang positif. Karena itu, masyarakat disarankan mencuci tangannya secara rutin.

Belakangan sempat ramai isu Covid-19 menular lewat udara atau airborne. Penelitian soal ini pun masih dilakukan di luar negeri dan ramai diberitakan media internasional.

Benarkah bisa terjadi demikian?

Verifikasi Fakta

Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr. Erlina Burhan membantah asumsi Covid-19 dapat menular lewat udara. Katanya, WHO tak pernah menyatakan hal tersebut juga.

Menurut Erlina, komentar WHO soal Covid-19 bisa bertahan tiga jam di udara merupakan penelitian suatu terapi. Tapi hal itu terbatas pada tindakan medis yang memungkinkan virus ini ada di udara.

"Yang ingin disampaikan WHO adalah untuk petugas medis. Memang ada tindakan medis yang dilakukan, memungkinkan atau menimbulkan virus ini bisa (ada) di udara," kata Erlina di lansir viva.

Ia memberi contoh saat perawatan inhalasi atau pasien asma diuap. Saat mesin uap dihidupkan akan keluar uap bernama aerosol.

"Kalau itu (inhalasi) dilakukan ke pasien Covid-19, yang keluar bukan cuma uap, tapi virusnya. Jadi kalau itu dilakukan petugas harus pakai masker N95, yang mampu menyaring 95 persen dari partikel yang berukuran 5 mikron. Jadi kecil sekali kemungkinan itu (virus) akan masuk," ujar Erlina.

Ia mencontohkan lagi alat penyemprot yang digunakan dokter gigi. Dokter gigi harus berhati-hati karena bisa menyebabkan virus ada di udara dan berisiko masuk ke saluran napas.

Selanjutnya, contoh lain metode intubasi yang dilakukan dokter pada pasien gagal napas. Kondisi kadar oksigen di darah akan sangat rendah.

"Itu harus dipasang namanya ventilator, alat bantu napas. Dipasang pipa ke saluran napas. Ini berisiko terjadinya aerosol atau penguapan di mana virus bisa jadi airborne," ujar Erlina.

(*/lk)


Baca Juga
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028