Sabtu, 16 Maret 2019 12:51 WIB

INTERNASIONAL

Brenton Tarrant Si Pelatih Fitnes di Big River Gym yang Radikal, Ini Kesaksian Manajer Gym Tracey Gray

Beno - jurnalpatrolinews
Brenton Tarrant Si  Pelatih Fitnes di Big River Gym yang Radikal, Ini Kesaksian Manajer Gym Tracey Gray Foto : Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di 2 masjid di Christchurch
JurnalPatroliNews - Jakarta - Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di  2 masjid di Christchurch, Selandia Baru diduga berubah radikal setelah berkunjung ke Korea Utara dan Pakistan.
 
Tarrant dengan satu kelompok tur melakukan perjalanan ke Korea Utara dan Pakistan. Tarrant mengunggah foto-foto saat dia berkunjung sebagai turis backpacker ke Korea Utara dan Pakistan di antaranya berkunjung ke Samjiyon Grand Monumen di provinsi Ryanggang, Korea Utara.
 
Pria yang besar dari Grafton, New South Wales, berniat melakukan perjalanan keliling dunia dengan warisan dan investasinya dari emas bitcoin.
 
Menurut laporan rekan media setempat , yang dikutip pada 15 Maret 2019, Pelaku teror penembakan di Selandia Baru, Brenton Tarrant, bekerja sebagai instruktur fitnes di Big River Gym, New South Wales bagian utara, Australia.
 
 Manajer gym Tracey Gray mengkonfirmasi pria yang merekam aksi penembakan di Masjid Selandia Baru, Christchurch, adalah Tarrant.
 
"Dia bekerja di gym setelah lulus sekolah pada 2009 hingga 2011, kemudian dia pergi ke Asia dan Eropa," kata Tracey.
 
"Dia adalah pelatih pribadi yang berdedikasi," tambanya.
 
Tacey mengatakan Tarrant bekerja di program gym itu untuk melatih anak-anak secara gratis.
 
Namun, Tracey tidak mengetahui jika Tarrant tertarik dengan hal berbau senjata api.
 
"Saya pikir sesuatu mengubahnya selama perjalanan keluar negeri," katanya.
 
Tarrant diketahui pernah mengunjungi Eropa, Asia Tenggara dan Asia Timur. Dia juga pernah ke Korea Utara bersama kelompok tur ke Samjiyon Grand Monument.
 
Dalam manifesto yang dia unggah ke Twitter sebelum aksi penembakan, Tarrant menggambarkan dirinya sebagai orang kulit putih biasa dari keluarga biasa, yang lahir dari keluarga kelas pekerja dan pendapatan rendah Australia.
 
Menurut laporan Reuters, Brenton Tarrant yang berusia 28 tahun, merekam aksi terornya dengan kamera GoPro, masuk ke dalam masjid dan menembak membabi buta ke arah jamaah yang sedang shalat Jumat. Penembakan di Selandia Baru yang dilakukan Brenton Tarrant ini menewaskan 49 orang, termasuk anak-anak.
 
(*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -