Senin, 06 April 2020 08:03 WIB

DAERAH

Buleleng Segera Terbebas Pasien Positif Dari Virus Corona

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Buleleng Segera Terbebas Pasien Positif Dari Virus Corona Foto : Sekretaris Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng

JurnalPatroliNews – Buleleng - Kabupaten Buleleng, Bali bakal segera terbebas dari perambahan wabah virus corona (COVID-19). Ini menyusul datangnya lagi informasi tentang kondisi 2 pasien corona yang selama ini terkonfirmasi (positif). Dua pasien corona, yakni PDP-7 dan PDP-8 dinyatakan sembuh setelah hasil tes swab kedua dinyatakan negatif.

Seperti diungkapkan Sekretaris Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng dalam video conference (Vicon) atau jumpa pers lewat video dengan sejumlah wartawan, Minggu siang (05/04) pukul 14.00 Wita.

“Setelah kemarin pukul 12.00 wita, PDP-6 terkonfirmasi diperbolehkan pulang dan kemudian disusul malamnya oleh PDP-7 terkonfirmasi dan PDP-8 terkonfirmasi, karena hasil lab swab dua kali negatif maka yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19,” ungkap Gede Suyasa.

Hanya saja, PDP 7 orang belum bisa diperolehkan pulang, karena kondisi klinisnya masih pucat (anemia). Karena itu, mereka masih tetap dirawat di RS Pratama Giri Emas.

Bagaimana dengan PDP 3?
Ternyata kondisi kesehatan PDP 3 labil. Bahkan, disebutkan hasil test PCR (Polymerase Chain Reaction) per tanggal 1 April, yang bersangkutan dinyatakan negatif, namun hasil tes lab swab per tanggal 3 April 2020 malah kembali positif.

“Dengan demikian, PDP-3 harus kembali menjalani test berikutnya lagi. Kalau hasil test sudah dua kali berturut-turut negatif baru yang bersangkutan dinyatakan sehat dan boleh pulang,” tegas mantan Asisten III Setkab Buleleng itu.

Pada kesempatan itu, Sekreraris Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Sekda Buleleng Drs.Gede Suyasa, M.Pd juga menyampaikan kabar gembira tentang status 3 ODP yang diisolasi di SPN Singaraja.

Ketiga ODP ini datang dari Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri di Sukabumi, sudah menjalani rapid tes dan hasilnya negatif.

Namun sampai di Singaraja, mereka wajib menjalani tes, dan alhasil mereka dinyatakan negatif dan statusnya berubah dari ODP menjadi OTG (orang tanpa gejala).

“Tiga orang ODP sebelumnya di SPN, berubah status menjadi OTG dikarenakan sudah tidak menunjukkan gejala,” jelasnya.

Selain ketiga orang tersebut di atas, Suyasa juga menyebut 1 orang OPD yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia juga berubah status menjadi OTG, karena sudah tidak menunjukkan gejala.

“Penambahan satu orang berasal dari orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia,” imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut Gede Suyasa, jumlah OTG sebelumnya berjumlah 154 menjadi 158, ada penambahan 4 OTG. Karena ada 3 ODP berubah status menjadi OTG yang merupakan kontak erat konfirmasi Setukpa Polri di Sukabumi, serta 1 ODP berubah status menjadi OTG yang merupakan orang yang datang dari daerah transmisi lokal Indonesia.

Pada bagian lain, Sekda Buleleng Gede Suyasa juga menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya juga sedang dilakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala).

“Jumlah kumulatif saat ini sebanyak 1.156 orang. 416 orang diantaranya telah berakhir masa pantau 14 hari, sisa yang masih dipantau oleh Puskesmas sampai saat ini berjumlah 740 orang,” jelas Sekda Buleleng Gede Suyasa. (TiR).-


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028