Minggu, 27 Oktober 2019 00:49 WIB

DAERAH

Canda Ganjar yang Tidak Masuk Kabinet Menteri Jokowi

Beno - jurnalpatrolinews
Canda Ganjar yang Tidak Masuk Kabinet Menteri Jokowi Foto : Angling Adhitya Purbaya/detikcom

JurnalPatroliNews - Semarang - Sebelum resmi diumumkan nama-nama menteri oleh Presiden, nama Ganjar Pranowo disebut banyak orang sebagai salah satu calon menteri. Namun hal itu tidak terwujud dan menjadi candaan.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jateng Tafsir dalam sambutannya di Jateng Bermunajat di Lapangan Simpanglima Semarang mengawali dengan ucapan terimakasih kepada Ganjar karena tidak masuk kabinet menteri.

"Terimakasih pak Ganjar tidak masuk kabinet. Kalau masuk nanti Muhammadiyah tidak masuk kabinet," anda Tafsir, Sabtu (26/10/2019) malam.

"Terimakasih masih di Jawa Tengah," imbuhnya.

Ternyata Ganjar yang juga Gubernur Jawa Tengah itu menanggapi dengan guyonan juga saat memberikan sambutan. Ganjar juga menyebut jabatan tidak perlu dikejar.

"Saya udah siap-siap masuk kabinet, tapi tidak masuk karena kabinet file saya terlalu kecil," candanya

"Jabatan aja dioyak (jangan dikejar), kalau gusti Allah tidak merestui, numpak jet yo ora tekan (naik jet juga tidak akan sampai)," imbuh Ganjar.

Dalam acara yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nasir itu Ganjar mengapresiasi statmen-statmen Haedar yang menyejukkan.

"Statemen beliau menyejukkan, ada perekat langsung dari top leader Muhammadiyah, itu jos," tegasnya.


Ia juga menyebut sudah saatnya bersatu dan tidak ada lagi cebong dan kampret. Joko Widodo sudah menunjuk Prabowo Subianto menjadi Menhan dan sudah legowo.

"Kemarin terbelah cebong kampret jadi cerita di medsos, perang, seolah tidak selesai, hari ini selesaikan, semua bersalaman dan baik baik. Pak Jokowi dan pak Prabowo sudah salaman dan pelukan. Sudah legowo, jadi Menhan," ujarnya.

"Pilpres sudah usai, mari kita bersatu agar Indonesia semakin kuat, apalagi Muhammadiyah memberikan kesejukan. Selamat bersilaturahmi, selamat berkompetisi dengan sehat," ujarnya.

Sementara itu Haedar mengatakan dengan acara Jatebg Bermunajat malam ini bisa menjadi pelopor perekat bangsa. Ia jua menyebut agar tidak ada tarik ulur kepentingan dalam berbangsa dan bernegara.

"Bangsa ini akan tetap rukun, harus ada spirit rohani, nilai Illahi ada pada Pancasila sila pertama. Termasuk di saat kita punya masalah, kita tidak tari ulur rebutan kepentingan. Ini semangat kita bermunajat termasuk untun kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Haedar.

[dtk]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028