Rabu, 17 Juli 2019 21:49 WIB

BISNIS

DAS Aek Sakur HGU PT. Bridgestone Ditebangi, LKLH 'Cabut Sertifikasi ISO'.

Beno - jurnalpatrolinews
DAS Aek Sakur HGU PT. Bridgestone Ditebangi, LKLH 'Cabut Sertifikasi ISO'. Foto : Penumbangan pohon di DAS Aek Sakur Sibagumis pada areal HGU. PT. BSRE
JurnalPatroliNews - Asahan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Sakur konsesi HGU PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumut di tebangi dengan sengaja yang diduga untuk membuat bahan kayu olahan jadi.
 
Pantauan dilokasi, Minggu 14/7/2019 sejumlah pohon-pohon besar rubuh ketanah di sekitar Sibagumis dihulu Pemandian Alam Aek Sakur dekat dengan Wilayah Desa Buntu Maraja
 
Tak hanya itu, menurut laporan warga bahwa pohon-pohon tegakan sebagai penyangga DAS Aek Sakur di Desa Gunung Berkat pada HGU PT. BSRE Aek Tarum kerap ditumbangi.
 
"Digunung Berkat juga seberang Aek Sakur pada HGU BSRE ditumbangi buat bahan jadi,"kata Ramli Mrp, warga Gunung Berkat yang merupakan Kader Konservasi Alam(KKA) BKSDA Sumut.
 
Kami rasa, lanjutnya, BSRE Aek Tarum tidak memiliki ISO 14001 environment Managemen.
 
"ISO 14001 merupakan Standar Internasional untuk sistem manajemen lingkungan, yang memungkinkan organisasi mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan tujuan-tujuan yang berkaitan dengan system manajemen lingkungan. 
 
"Tujuan dari Standar Internasional ISO 14001 adalah membantu semua jenis organisasi untuk melindungi lingkungan, untuk mencegah polusi, dan untuk meningkatkan kinerja lingkungan organisasi," beber Ramli.
 
Masih menurut Ramli, sangat disesalkan penumbangan demi penumbangan yang kerap terjadi di DAS Aek Sakur pada areal HGU BSRE. Artinya kinerja sekurity BSRE tidak becus menjaga areal HCV nya. 
 
Karena, tambah Ramli, penumbangan tersebut dengan menggunakan mesin singso yang suaranya meraung-raung dari jauh saja terdengar.
 
"Kami meminta PT. BSRE agar  menanam kembali pohon-pohon yang telah ditumbangi tersebut," tegas Ramli.
 
Menanggapi hal tersebut Ketua DPW Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Sumut Indra Mingka, yang kini melakukan Pemantauan sejumlah Nilai Konservasi Tinggi (NKT) perusahaan perkebunan Nasional dan swasta menegaskan bahwa PT. BSRE tidak boleh melakukan pembiaran terhadap penumbangan pohon-pohon di DAS Aek Sakur pada HGU BSRE.
 
"Ini tidak bisa dibiarkan, BSRE berkewajiban dan patuh pada standart pengelolaan lingkungan sebagai perusahaan perkebunan," kata Indra, Selasa, 17/7/2019
 
Ditambahkan Indra, NKT atau High Conservation Value (HCV) PT. BSRE harus di jaga dan terus dilestarikan. 
 
"Kita akan turun kelokasi, bila perlu kita somasi langsung ke Perusahaan induknya dan meminta pihak-pihak terkait untuk mencabut ISO lingkungan mereka dan mengusut siapa pelaku penumbagan tersebut," terang Indra. 
 
Manager PT. BSRE Aek Tarum Ir. Radison Purba saat dikonfirmasi terkait hal tersebut via whatsappnya beserta rilis berita tidak ada tanggapan. Begitu juga saat di telp tidak ada jawaban. Hingga sampai hari ini dan berita sampai dimeja redaksi belum ada tanggapan dari pihak PT. BSRE Aek Tarum. (dol)


Berita Terkait
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -