JurnalPatrolinews – Tangsel -- Sebagai tindak lanjut dan upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) utama, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) bertekad menambah jumlah Sekolah Ramah Anak (SRA).

“Peringkat Kota Tangsel saat ini berada di KLA Madya, artinya jumlah SRA di Kota Tangsel sudah lebih dari 40 persen. Namun demikian, untuk sampai pada peringkat KLA Utama kita harus memiliki minimal 90 persen SRA”, kata Dra. Irma Safitri Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (Kabid PPA) disela-sela acara deklarasi SRA SMPN 7 Rawa Buntu, selasa (14/05).

“Kita akan terus melangkah ke arah sana, bukan hanya mengejar penghargaan belaka akan tetapikita ingin anak-anak benar-benar merasakan sekolah yang ramah dengan dunianya”, lanjut Ibu Kadis ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan yang menggelar acara deklarasi Sekolah Ramah Anak di SMPN 7 Cicentang Pulo, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel ini pun, memiliki tekad yang sama.

"SRA harus kita wujudkan dalam rangka membangun generasi yang cerdas dan berkarakter, ramah, dan akrab dengan anak-anak" ujar Taryono Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel. 

"Pola asuh orangtua yang ramah anak, sekolah yang ramah anak dan kondisi masyarakat yang ramah anak, kolaborai itu bisa menciptakan ruang lingkup pendidikan kepada anak yang kondusif " tambahnya. 

Marhaen Nusantara Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 7 sangat senang dan bangga sekolah yang ia pimpin masuk kategori SRA, dan ini pun berkat kerjasama guru-guru, wali siswa, dan masyarakat sekitar sekolah.

"Semoga kedepannya tidak kita lihat lagi adanya pelajar tawuran,  penyalahgunaan narkoba, vandalisme, dan juga radikalisme," harapnya. 

Program SRA ini merupakan permintaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag), tujuannya adalah sebagai upaya untuk menekan tingkat kekerasan dan pelanggaran lain terhadap anak.

(Vik/Nov)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -