JurnalPatroliNews JAKARTA - Mabes Polri membenarkan jika Densus 88 kembali meringkus dua terduga teroris berinisial T dan A di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Adapun keduanya masih saling berhubungan dengan empat orang terduga teroris yang diamankan di Bekasi.

“Beberapa hal yang saya klarifikasi adalah yang di Kalimantan Tengah hanya ada 2 DPO yaitu dengan inisial T dan A yang sudah ditarget Densus 88,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Asep melanjutkan jika T dan A ini sudah masuk dari Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Densus 88 melakukan penindakan di Gunung Salak Aceh pada 13 Desember 2018 silam. Sehingga mereka masih bersangkutan dengan keempat teroris yang ditangkap di Bekasi kemarin.

“Ketika terjadi penangkapan disitu tidak semuanya tertangkap para pelaku ini, ada yang melarikan diri ke beberapa daerah. Ada yang ke Bekasi, Jakarta dan Kalteng,” bebernya.

Selain mengamankan T dan A, Densus 88 turut memeriksa beberapa orang yang tengah bersama mereka untuk mengetahui apakah turut terafiliasi dengan jaringan JAD, Abu Hamzah.

“Diluar dari dua tadi adalah kerabatnya. Ini masih dalam proses pendalaman, apakah dia terpapar atau tidak. Jadi jelasnya hanya dua DPO,” tandas Asep.

Adapun kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti alat komunikasi, buku ajaran jihad, dan buku terkait tata cara pembuatan bom.

Densus 88 diketahui menangkap terduga teroris bernama Harun alias Abu Zahra di Pondok Gede, Bekasi, pada hari Senin (10/6) kemarin, pukul 21.00 WIB.

Ketiga terduga teroris lainnya berinisial AAS, I, dan KA ditangkap bersamaan keesokan harinya, Selasa (11/6) dini hari. Mereka ditangkap dalam sebuah kontrakan di Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -