Selasa, 15 Oktober 2019 07:00 WIB

DAERAH

Deri Sambira, Korban Serangan OTK Wamena Dikirim ke Toraja

Beno - jurnalpatrolinews
Deri Sambira, Korban Serangan OTK Wamena Dikirim ke Toraja Foto : Jenazah Deri Sambira akan dipulangkan menggunakan pesawat kargo menuju Toraja, Sulawesi Selatan.

JurnalPatroliNews - Jakarta,--  Prajurit TNI dan Polri bersama pelayat serta ribuan warga Wamena mengikuti upacara pemberangkatan jenazah Deri Sambira ke Tongkonan (makam khas suku Toraja), Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (14/10/2019). 

Deri Sambira (30) merupakan korban serangan mematikan dari dua orang tak dikenal dan meninggal pada Sabtu, 12 Oktober 2019 lalu. Jenazah Deri akan dipulangkan menggunakan pesawat kargo menuju Toraja, Sulawesi Selatan.

Pihak keluarga Deri nampak sangat sedih dan terus berada di samping peti jenazah sebelum diberangkatkan di Bandar Udara Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tadi siang. Sejumlah anggota polisi dan petugas kargo mengangkat peti jenazah Deri Sambira ke dalam pesawat yang akan membawanya ke tempat kelahiran tercinta, Tanah Toraja.

Kronologis Pembunuhan Deri Sambira

Deri Datu Padang alias Deri Sambira (30), pekerja bangunan asal Baruppu' Toraja Utara, meninggal dunia akibat dilukai Orang Tak Dikenal (OTK) saat berada di sekitar Distrik Wouma, depan Pabrik Tahu Jembatan Woma, Kota Wamena, Sabtu, 12 Oktober 2019 lalu.

Deri dilukai pada bagian perut hingga menyebabkan pendarahan hebat. Dirinya sempat dilarikan ke RSUD Wamena dan mendapat pertolongan medis, namun akhirnya meninggal dunia karena diduga terlalu banyak kehilangan darah. 

Untuk diketahui, Deri Sambira adalah pekerja asal Toraja keempat yang menjadi korban orang-orang tak dikenal setelah pada kerusuhan berdarah 23 September 2019 lalu 3 (tiga) pria Toraja meninggal dunia, yaitu Yunus Karre' Todingbua, Yohanis Karangan, dan Rahul.

Kejadian yang menimpa Deri berawal ketika ia bersama lima rekan lainnya pulang kerja bangunan dari Gereja Katolik Paroki Woma menuju Kota Wamena dengan berboncengan sepeda motor. Ketika sampai di depan Pabrik Tahu dekat Jembatan Woma, korban yang berada pada iring-iringan paling depan mendadak diserang dua orang tak dikenal menggunakan senjata tajam jenis pisau. Usai melukai Deri, kedua orang pria itu langsung lari menghilang di kawasan Kuburan Lama ke arah hutan.

Akibat serangan mendadak, korban jatuh terjungkal dari sepeda motor. Namun ia masih bangkit dalam keadaan pisau tertancap di perutnya. Deri langsung dibawa ke Pos Brimob dekat Pasar Woma, kemudian baru dilarikan ke RSUD Wamena. Karena luka yang terlalu dalam serta kehilangan banyak darah, Deri Sambira akhirnya meninggal dunia.

Deri bersama lima rekan lainnya memilih tidak mengungsi keluar Wamena pasca kerusuhan 23 September karena yakin bahwa TNI-Polri pasti bisa segera memulihkan keadaan.

[rri]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028