Senin, 11 Februari 2019 17:40 WIB

INTERNASIONAL

Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia, Ini Suara Tangis Pilu Sang Istri Mendiang Nuryanto

Beno - jurnalpatrolinews
Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia, Ini Suara Tangis Pilu Sang Istri Mendiang Nuryanto Foto : Nuryanto, bos tekstil dan Istrinya Meli Rahmawai
JurnalPatroliNews - Kabupaten Bandung - Nuryanto, bos tekstil asal Kabupaten Bandung, seharusnya sudah berkumpul dengan keluarga pada 23 Januari lalu. Namun ia tak pernah muncul lagi sejak pergi ke Malaysia pada sepekan sebelumnya, 17 Januari. Keluarga malah mendapat kabar duka. Mayat yang diduga Nuryanto ditemukan telah dimutilasi di Selangor, Malaysia.
 
Publik Malaysia digegerkan dengan temuan dua mayat laki-laki dan perempuan dalam kondisi sudah membusuk dan terpotong-potong di pinggir Sungai Buloh, Selangor, pada 26 Januari. Dikabarkan potongan kepala mayat belum ditemukan.
 
Pada saat yang sama, keluarga Nuryanto tengah waswas mencari kabar keberadaan Nuryanto. Salah satu pengacara Nuryanto, Hermawan, mengatakan keluarga menelusuri ke maskapai penerbangan soal kepulangan Nuryanto. Diketahui ternyata, Nuryanto pergi dengan teman wanitanya Ai Munawaroh.
 
Sementara  itu, Meli Rahmawati (33) (Istri mendiang Ujang Nuryanto)  tak kuasa menahan tangis saat mengetahui suaminya,  diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Dia mengaku hilang kontak dengan pria bos tekstil tersebut sejak 22 Januari 2019.
 
"Aa (Nuryanto) berangkat tanggal 17 Januari. Bilangnya berangkat ke Malaysia, tujuannya bisnis. Terus saya suruh packing. Aa bilang disana sampai tanggal 23 Januari," kata Meli sambil menahan tangis saat ditemui di rumahnya, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (11/2).
 
Tiba di Malaysia, Nuryanto menghubungi Meli melalui sambungan telepon. "Sabtu, tanggal 19 nelepon. Senin, tanggal 21 nelepon juga. Senin malamnya, masih di tanggal 21 Januari nelepon lagi. Hilang kontak tanggal 22 Januari," tutur Meli yang sudah berumah tangga bersama Nuryanto sejak 17 tahun lalu.
 
Sambil menunjukkan fotonya bersama Nuryanto semasa muda, Meli mulai gelisah dan cemas lantaran sang suami tiba-tiba tak memberi kabar. Padahal pada 23 Januari 2019, Nuryanto seharusnya kembali ke Indonesia.
 
"Saya suruh anak yang besar WA ke ayahnya, suruh telepon balik tapi enggak aktif katanya. Saya kira udah tidur atau handphone-nya habis batre. Rabu 23 Januari, sama anak yang besar di WA lagi untuk menanyakan, jadi enggak pulang hari Rabu," ujar ibu tiga anak ini.
 
"Hari Kamis, tanggal 24 Januari belum aktif handphone-nya, sampai sekarang belum aktifnya," Meli menambahkan.
 
Selama putus komunikasi dengan suami, ia bersama anak-anaknya berharap Nuryanto segera pulang. Doa untuk keselamatan suaminya terus Meli panjatkan.
 
Pada Kamis 31 Januari 2019, Meli dikejutkan dengan kabar dari adik Nuryanto soal berita penemuan mayat di Malaysia. "Itu (mayat) diperkirakan Aa," ujar Meli sambil mengusap air mata menggunakan jilbab hitam yang dipakainya.
 
"Sabtu 1 Febuari pengacaranya terbang ke Malaysia. Lalu Senin 3 Febuari adik Aa bernama Pupu berangkat ke Malaysia untuk tes DNA. Jumat kemarin, tanggal 8 Febuari pulang lagi ke Indonesia," tuturnya.
 
Menurut kabar adik Nuryanto, kata Meli, belum dapat dipastikan mayat yang dimutilasi itu sosok Nuryanto. Sebab guna memastikannya perlu tes DNA yang hasilnya perlu waktu cukup panjang. 
 
"Adiknya tes DNA ke Malaysia, tapi belum tahu pasti (mayat itu) Aa atau bukan. Katanya hasil DNA belum keluar, dua minggu paling lambat dan satu bulan paling lama," ucap Meli.
 
Pada Sabtu 26 Januari 2019, pihak kepolisian Malaysia mengumumkan temuan mayat lelaki dan wanita tanpa identitas di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Mayat itu diduga Nuryanto dan Ai Munawaroh (30). 
 
Ai ini dikabarkan teman wanita yang diajak Nuryanto ke Malaysia. Namun Meli mengaku tidak kenal wanita tersebut. 
 
"Ai Munawaroh tidak tahu, Aa terakhir bilangnya berangkat sendiri," ujar Meli.
 
(*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -