Rabu, 12 Juni 2019 00:51 WIB

KRIMINAL

Diduga Telah Pegang SHM, Kajari Seluma Usut Asset Pemkab yang Dikuasai Warga

Beno - jurnalpatrolinews
Diduga Telah Pegang SHM, Kajari Seluma Usut Asset Pemkab yang Dikuasai Warga Foto : Ilustrasi

JurnalPatroliNews - SELUMA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma masih melakukan pengusutan terhadap aset tidak bergerak milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma. Dalam waktu dekat Kejari Seluma akan memanggil saksi-saksi yang mengetahui soal aset tanah milik Pemkab Seluma.  Saat ini aset berupa tanah itu banyak digarap oleh masyarakat.

Pemeriksaan saksi ini merupakan tindak lanjut usai dilakukannya pemanggilan terhadap Mantan Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pemerintahan, Setda Seluma, Yaferson dan Eddy Soepriady, M.Si sebelum libur  Idul Fitri 1440 Hijriah lalu.

Kajari Seluma, M. Ali Akbar, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Sindu Hutomo, SH membenarkan akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi terkait aset tanah milik Pemkab Seluma.

“Untuk mantan pejabat yang dulunya pernah menjabat Kabag Administrasi Pemerintahan, sudah kita lakukan pemeriksaan. Saat ini kita tengah menjadwalkan untuk pemanggilan dan pemeriksaan saksi lainya,’’ terang Sindu.

Dijelaskan Sindu, selain itu pihaknya juga akan memanggil petugas dari Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Seluma. Ini terkait penerbitan sertifikat Hak Milik (SHM) atas semua lahan milik Pemkab Seluma.

"Untuk pertama ini kita akan usut lahan Pasar Induk di Kelurahan Sembayat hingga ke Kantor Camat Seluma Timur seluas 43 hektare,’’ ucapnya

Lanjutnya, data yang didapat bahwa lahan Pasar Induk Kelurahan Sembayat semua telah dilakukan pembebasan yang dibuktikan dengan surat pembebasan lahan dari masyarakat atau pemilik lahan sebelumnya. Namun saat ini lahan tersebut malah dikuasai oleh masyarakat dengan bukti kepemilikan berupa SHM.

“Pembebasan lahan Pasar Induk ini dilakukan tahun 2007 lalu seluas 43 hektare yang dibuktikan dengan surat keterangan pembebasan. Mirisnya saat ini lahan Pasar Sembayat tidak sampai 10 hektar lagi. Selebihnya telah dikuasai oleh masyarakat,” kata Sindu.

Untuk itu sambung Sindu, Kejari Seluma akan memeriksa saksi dan juga penggarap lahan Pasar Induk tersebut. Termasuk juga warga yang digadangkan telah memegang SHM di lahan milik Pemkab Seluma tersebut.

‘’Semua akan kita panggil dan periksa tanpa terkecuali. Sesuai surat pembebasan lahan Pasar Induk tersebut, lahan seluas 43 Hektar tersebut harus kembali ke Pemkab Seluma,’’ pungkasnya.

(*Luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -