Kamis, 05 Desember 2019 22:51 WIB

KRIMINAL

Dua Pelaku Ditahan, Polda Jatim Ungkap Ratusan Juta Uang Palsu Siap Edar

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Dua Pelaku Ditahan, Polda Jatim Ungkap Ratusan Juta Uang Palsu Siap Edar Foto : Polda Jawa Timur bongkar peredaran uang palsu (Oke Zone)

JurnalPatroliNews - SURABAYA - Anggota Direktorat Resor Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil membongkar peredaran uang palsu (upal) yang meresahkan masyarakat. Polisi menyita upal senilai Rp 662 juta pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Polisi menangkap dua tersangka, yakni UD dan SK yang merupakan warga Kabupaten Jember. Kini, keduanya dijebloskan dalam tahanan Mapolda Jatim untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Petugas masih memburu satu pelaku lain yang berperan sebagai pemesan upal, Sutan warga Sumatera Utara. Sedangkan untuk tersangka UD berperan sebagai pembuat dan mencetak upal, sementara tersangka SK berperan sebagai pendana.


Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, kasus ini berawal ketika UD bertemu dengan SK pada September 2019. Kemudian, UD mengatakan dapat mencetak uang palsu dan ditunjukkan contohnya upal pecahan Rp100 ribu.

"Lalu tersangka SK mengatakan bahwa uang palsu tersebut bagus dan sanggup untuk mengedarkan. Tersangka UD mengaku butuh modal untuk membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat uang palsu," ujar Luki, Kamis (5/12).

Selanjutnya, tersangka SK menghubungi temannya yang bernama Sutan untuk meminta modal. Lalu, Sutan memberi uang Rp5 juta, dan tersangka SK sendiri memberi Rp11,4 juta. Total modal yang diberikan kepada tersangka UD sebesar Rp16,4 juta.

"Setelah modal terkumpul, tersangka UD membuatkan uang palsu. Setelah uang palsu pesanan Sutan selesai, namun tidak diambil. Kemudian, uang palsu disimpan dan akan diedarkan oleh tersangka SK dengan perbandingan 1 : 3 (satu juta uang asli ditukar dengan tiga juta uang palsu)," ujarnya.

Luki menambahkan, pihaknya menyita upal pecahan Rp100 ribu berjumlah Rp663 700 000, dan pecahan Rp50 ribu berjumlah Rp28 350 000. Sehingga total upal yang disita Rp662 050 000. Untuk tersangka UD dijerat Pasal 36 Ayat (1) Jo Pasal 26 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara.

"Sementara SK dijerat Pasal 36 Ayat (3) Jo Pasal 26 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," tutur Luki.

(*/lk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028