Rabu, 22 Mei 2019 22:00 WIB

DAERAH

Dugaan Korupsi Dana ADD Dan DD, Mantan Kades Ditahan Kejari Langkat

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Dugaan Korupsi Dana ADD Dan DD, Mantan Kades Ditahan Kejari Langkat Foto : Tersangka Dapat Ginting, Mantan Kades Timbang Jaya Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.
JurnalPatroliNews - Langkat,  Kejaksaan Negeri Langkat, Rabu (22/5) sekira pukul 17.00 Wib, resmi menahan salah seorang mantan Kepala Desa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terkait kasus dugaan Korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2016.
 
Kepala Desa tersebut, yakni, bernama Dapet Ginting, yang merupakan mantan Kepala Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.
 
Tersangka Dapet Ginting, ditahan atas perkara dugaan tindak pidana Korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016.
 
Kepala Kejaksaan Negeri Langkat, Wahyu Sabrudin S.IP SH MH, melalui Kasi Intelijen Kejari Langkat Ibrahim Ali SH MH didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Langkat, kepada jurnalpatrolinews.co.id, membenarkan penangkapan mantan Kades tersebut.
 
" Ya kemarin sebelumnya tersangka kita panggil, namun tersangka tidak dapat hadir, dengan alasan sakit.
 
Namun pada hari ini, Rabu (22/5) kita panggil, dan tersangka datang, tepatnya sekitar pukul 11.40 Wib, dan menghadap kedua penyidik, dibidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Langkat," sebut Ibrahim Ali.
 
Tersangka ditahan bermula dari hasil penyelidikan Tim Intel Kejaksaan Negri Langkat, yang kemudian dilimpahkan ke Bidang Pidsus Kejari Langkat.
 
Dapet Ginting dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai tersangka, dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2016.
 
Berdasarkan hasil audit atas pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2016 tersebut oleh Inspektorat Kabupaten Langkat, terdapat kerugian keuangan Negara sebesar sebesar Rp.198.501.000,-.
 
" Mantan Kades yang datang di Kejari Langkat tadi, dilakukan pemeriksaan mulai pukul 11.45 wib dan selesai pada pukul 16.30 Wib," sebut Ibrahim Ali.
 
Dalam pemeriksaannya, sambung Ibrahim Ali lagi, tersangka didampingi oleh 2 orang Penasihat Hukumnya, yakni Yusfansyah Dodi, S.H. dan Oscar Leonardo S Tampubolon, S.H.
 
Kemudian pada pukul 16.40 Wib nya, tersangka kita bawa ke RS Putri Bidadari untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.
 
Setelah pemeriksaan kesehatan selesai sekira pukul 17.00 Wib, tersangka langsung kita tahan sesuai Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Langkat Nomor : PRINT-01/L.2.25/Fd.1/05/2019 tertanggal 22 Mei 2019 selama 20 hari.
 
Selanjutnya tersangka kita bawa ke Rutan Klas II B Tanjung Pura, dengan pengawalan oleh penyidik dan staf Pidsus dan Tim Intel Kejari Langkat.
 
" Pihak kita dan tersangka, sampai di Rutan Tanjung Pura itu sekira pukul 17. 45 wib," bebernya Ibrahim Ali.
 
Ketika ditanya, tersangka mantan Kades itu melanggar pasal berapa ?, Ibrahim Ali pun mengatakan, tersangka, dengan sangkaan Primair Pasal 2 (1) Jo Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koruspi, sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Ayat (1), (2), dan (3) UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ungkap Ibrahim Ali.(Tim)

 


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -