Selasa, 15 Oktober 2019 08:50 WIB

DAERAH

Eks Camat di NTB Dituntut 18 Bulan Bui karena Korupsi Honor Pengurus Masjid

Beno - jurnalpatrolinews
Eks Camat di NTB Dituntut 18 Bulan Bui karena Korupsi Honor Pengurus Masjid Foto : ILustrasi

JurnalPatroliNews - Mataram - Mantan Camat Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamarudin, dituntut 18 bulan penjara. Ia duduk di kursi pesakitan karena dinilai jaksa korupsi Rp 91,2 juta dana insentif marbot/pengurus masjid.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Kamarudin dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan," kata Adin Nugroho, jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (15/10/2019).

Dalam tuntutannya dinyatakan bahwa terdakwa Kamarudin telah terbukti korupsi Rp 91,2 juta dari dana insentif marbot pada triwulan II dan III Tahun 2018. Pembuktiannya dikuatkan dengan temuan BPKP yang menyatakan nominal angka tesebut menjadi kerugian negara. Uang senilai Rp 91,2 juta itu merupakan jatah marbot yang belum disalurkan terdakwa Kamarudin ketika masih menjabat sebagai Camat Praya Barat Daya.

Sebenarnya dana yang keseluruhannya mencapai Rp 102 juta sudah ditarik oleh terdakwa Kamarudin. Namun Kamarudin hanya menyalurkan kepada sembilan dari 85 jumlah keseluruhan marbot yang berhak menerimanya.

Sembilan marbot yang menerima dana insentif pada November 2018, dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp 10,8 juta itu berasal dari Desa Pandan Indah, satu dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Praya Barat Daya.

Terkait dengan hal tersebut, terdakwa Kamarudin dalam agenda sidang sebelumnya mengaku sisa uang tersebut memang diniatkan untuk disalurkan kepada sisa penerima. Namun uang Rp 91,2 juta itu hilang, ketika disimpan dalam mobilnya yang sedang parkir di halaman rumah.

Akibat kejadian ini, pada Desember 2018 terdakwa Kamarudin baru datang melapor ke Kabag Kesra Setda Lombok Tengah Tasrip. Menindaklanjutinya, Sekda Lombok Tengah H Nursiah menyerahkan kasus tersebut ke Inspektorat.

Dana marbot tersebut seharusnya diserahkan ke penerima paling lambat 31 Desember 2018. Hal itu mengacu pada Pasal 21 Permendagri Nomor 13/2006. Namun demikian, terdakwa Kamarudin baru menggantinya pada Februari 2019.

[dtk]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028