Rabu, 15 Januari 2020 23:38 WIB

KRIMINAL

Emak-emak di Lamongan Diamankan Karena Doyan Sabu

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Emak-emak di Lamongan Diamankan Karena Doyan Sabu Foto : Eko Sudjarwo

JurnalPatrolinews - Lamongan - Jaringan pengedar dan pengguna sabu dan pil carnopen diamankan. Ironisnya, satu dari 8 tersangka yang diamankan adalah seorang ibu yang mengaku mengonsumsi barang haram itu agar betah melek.

ke-8 tersangka ini tidak semuanya mencari untung dengan menjadi pengedar sabu dan pil carnopen. Pasalnya, salah satu tersangka, yaitu Siti Mutmainnah (48) warga Kecamatan Kabuh, Jombang mengaku mengonsumsi barang haram tersebut agar betah melek.

"Biar kuat melek karena kerja saya kebanyakan malam hari," aku Siti di hadapan petugas saat press rilis di Mapolres Lamongan, Rabu (15/1/2020).

Siti yang pekerjaan sehari-harinya sebagai bandar dadu dan menetap di Desa/Kecamatan Modo ini mengaku mengonsumsi sabu karena disesuaikan dengan pekerjaan yang ditekuni selama 5 tahun terakhir, yaitu sebagai bandar dadu keliling. Sehingga Siti yang sudah tidak tahu lagi keberadaan suaminya ini sering tidak tidur di malam hari dan sering berpindah tempat.

"Bandar judi adalah pekerjaan saya dan uang hasil dari judi dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," aku Siti yang mengaku hidup sendiri dan tidak punya anak ini.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan Siti adalah tersangka terakhir yang ditangkap pada Selasa malam (14/1/2020) ketika dalam perjalanan menuju lokasi perjudian. Selain Siti, kata Harun, 7 tersangka lainnya yang diamankan adalah Ainul Mustofa (42) warga Glagah, Muhammad Nur Abdan Nasrullah (22), asal Babat, AG (16), Heru Sucipto (23), Okky Subiantoro (19), Kasino (22) dan Munasik (44) warga Blimbing.

"Tersangka Siti ini adalah hasil pengembangan dari pelaku-pelaku sebelumnya," kata Harun.

Menurut Harun, pihaknya juga masih memburu seorang pemasok dari luar daerah yang sudah dikenali identitasnya dan saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO. Harun memastikan akan memberantas peredaran apapun jenis barang haram dari wilayah Lamongan.

"Apalagi Lamongan ini dikenal sebagai kota santri, jadi harus bersih dari peredaran sabu-sabu dan sejenisnya," kata Harun seraya menambahkan kalau semua tersangka diamankan beserta barang buktinya.

Harun mengungkapkan untuk tersangka Kasino diketahui sebagai penjual pil dobel L dengan sasaran anak-anak berusia 16 tahun. Dari tangan tersangka Kasino polisi mendapati setidaknya lebih dari 1.000 butir pil dobel L.
"Total barang bukti yang kami amankan sebanyak 1.125 pil dobel L, 1,075 gram sabu-sabu, 7 HP, 1 timbangan digital, 2 alat hisap, dan uang tunai," terangnya.

Harun menegaskan tersangka akan dijerat dengan pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 terkait narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar. Sedangkan tersangka kepemilikan dobel L akan dikenakan UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009, pasal 197 dengan ancaman maksimal 12 tahun denda maksimal Rp 1,5 miliar.

"Kami berharap peran serta masyarakat untuk tanggap jika mendapati peredaran barang haram tersebut dan dengan sukarela untuk melapor ke polisi. Mari kita wujudkan Lamongan sebagai kota santri," tandas Harun. 

[dtk]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028