Senin, 27 Januari 2020 15:25 WIB

POLITIK

Empat Tahun Lalu Dapat Kucuran PMN 1,5 Triliun, Jokowi Blak-Blakan, Produsen Kapal Selam RI Sempat Berantakan

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Empat Tahun Lalu Dapat Kucuran PMN 1,5 Triliun, Jokowi Blak-Blakan, Produsen Kapal Selam RI Sempat Berantakan Foto : Dok PT PAL

"Saya ingat, saya masuk di PT PAL di 2015. Mohon maaf kita harus ngomong apa adanya. Saya masuk, saya melihat tidak ada manajemennya. Cuma di pabrik workshop ini, mesin-mesin berjejeran"

 

JurnalPatroliNews - Jakarta,--  Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang kebijakan pengembangan alat utama sistem persenjataaan (alutsista) di hanggar kapal selam PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020).

Di depan jajaran menteri dan sejumlah perusahaan pelat merah strategis, Jokowi menceritakan bagaimana perubahan PT PAL Indonesia yang kala itu dianggap seolah tidak terurus dengan baik kini jauh lebih baik. PT PAL Indonesia merupakan produsen kapal selam buatan Indonesia, yang menggandeng Korea Selatan (Korsel).

"Saya ingat, saya masuk di PT PAL di 2015. Mohon maaf kita harus ngomong apa adanya. Saya masuk, saya melihat tidak ada manajemennya. Cuma di pabrik workshop ini, mesin-mesin berjejeran," kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020).


Saat itu, Jokowi mengaku langsung memerintahkan menteri terkait untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Bahkan, pemerintah pun sampai harus menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) untuk membantu PT PAL.

"Seingat saya, dikucurkan juga setelah itu PMN sebesar Rp 1,5 triliun, dan saya sangat senang saya masuk ke sini lagi 4 tahun setelah ini, kelihatan sekali ada perubahan manajemen," jelasnya.

"Saya ini orang pabrik, jadi lihat masuk ke sebuah ruangan itu, kelihatan ada manajemen atau tidak, tata kelola bener atau tidak, kelihatan sekali," tegas Jokowi.

Jokowi menginginkan agar Indonesia bisa memproduksi tidak hanya alat untuk kepentingan militer semata, melainkan juga alat militer yang bisa dipergunakan untuk kegiatan non militer.

"Ini penting sekali supaya kita bisa produksi bukan hanya kepentingan militer, tapi alat pertahanan yang menghasilkan produk untuk non militer sampai pada mendorong pesanan order dari dalam negeri," kata Jokowi.

(*/lk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028