JPNews
JPNews
Kamis, 08 November 2018 19:46 WIB

BISNIS

ESDM: Lokasi Pembanguan Kilang Tuban Masih Dalam Tahap Kajian

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
ESDM: Lokasi Pembanguan Kilang Tuban Masih Dalam Tahap Kajian Foto : Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar .

JurnalPatroliNews JAKARTA - Lahan untuk pembangunan proyek New Grass Rooot Refinery (NGRR) kilang Tuban belum ditentukan. Saat ini masih dilakukan kajian untuk mendapat lahan yang cocok.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, saat ini masih dilakukan kajian lahan untuk lokasi pembangunan Kilang Tuban, ada dua pilihan lokasi awal antara Situbondo dan Tuban, Jawa Timur.

"Yang saya ingat itu adalah kajian antara Tuban dan Situbondo yang di gras root Tuban," kata Arcandra, di Jakarta, Kamis (8/11).

Menurut Arcandra, sempat muncul rencana pemindahan lokasi pembangunan kilang Tuban ke Situbondo, namun di lokasi tersebut berdekatan dengan area latihan militer. Selain itu juga berdekatan dengan Gunung Ijen, Kondisi ini menjadi pertimbangan untuk membangun kilang Tuban di Situbondo.

"Kan ada rencana pindah ke situbondo. lokasinya itu lagi dikaji, karena apa Situbondo itu tempat latihan militer. kedua minta kajian dari badan geologi kita apakah di sana kan dekat dengan ijen. ini masih bentuk kajian," tuturnya.

Sementera kajian lokasi di Tuban pun diakui dia belum rampung. Pemerintah dan Pertamina masih berdiskusi soal lahan seluas 800 hektare yang 50 persennya merupakan tanah milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pertamina diketahui sudah bermitra dengan perusahaan migas raksasa asal Rusia, Rosneft, di proyek GRR Tuban. Adapun perkiraan produk BBM yang nanti akan dihasilkan kilang Tuban adalah gasoline sebesar 80 ribu barel per hari, Diesel 99 ribu barel per hari, dan Avtur 26 ribu barel per hari.

Sedangkan untuk produk baru Petrokimia adalah Polipropilen 1,3 juta ton per tahun, Polietilen 0,65 juta ton per tahun, Stirena 0,5 juta ton per tahun dan Paraksilen 1,3 juta ton per tahun. Jika kilang ini sudah beroperasi, impor BBM diharapkan bisa ditekan. (dai)


KOMENTAR