Sabtu, 30 November 2019 21:55 WIB

DAERAH

Gubernur Ganjar Akan Panggil Perusahaan yang Cemari Bengawan Solo

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Gubernur Ganjar Akan Panggil Perusahaan yang Cemari Bengawan Solo Foto : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

JurnalPatroliNews - Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan mengumpulkan tim pengumpul data terkait pencemaran Bengawan Solo pekan depan. Setelah itu perusahaan yang mencemari akan dipanggil.

Ganjar mengatakan tim tersebut tidak hanya terdiri dari dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng, tapi juga dari beberapa kabupaten kota di sepanjang aliran Bengawan Solo. Dinas ESDM juga diminta untuk turun langsung ke lokasi.

"Tim LHK sudah turun, dibantu Pemkab Blora, Solo, Karanganyar, Sukoharjo dan beberapa di Wonogiri. Tim sudah mengumpulkan beberapa sampel air, lalu Dinas ESDM kami minta checking dan sudah terkumpul hasilnya," kata Ganjar di rumah dinasnya, Semarang, Sabtu (30/11/2019).

Pekan depan, hasil temuan dari tim itu akan dirapatkan kemudian diambil tindakan-tindakan berdasar hasil temuan. Indikasinya pencemaran disebabkan perusahaan, tapi Ganjar belum mengungkapkan sanksi apa yang nantinya akan diberikan.

"Hasilnya sudah terkumpul, minggu depan kami rapatkan," tegas Ganjar.

"Indikasi itu yang kemarin terkumpul. Kita lihat nanti prosesnya seperti apa, apakah faktor kesengajaan atau yang lain. Nanti kita akan panggil mereka," tutur Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, Ganjar menjelaskan hingga saat ini sudah diketahui beberapa zat yang mencemari sungai tersebut. Dia menyebut ada limbah zat dari ciu, alkohol, batik, hingga dari ternak babi.

"Nah sementara kan kita ketahui ada dari tekstil, ada dari alkohol ciu, ada dari batik, ada dari limbah ternak babi," terang Ganjar kepada wartawan, Selasa (26/11).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Ammy Rita menambahkan saat ini tim sedang bekerja. Disebutkan setidaknya ada 142 industri kecil alkohol, 37 industri tahu, puluhan industri batik serta industri peternakan.

"Untuk sementara tim masih di lapangan guna pengumpulan data lebih detail. Sampai hari ini tim masih bekerja," kata Ammy.

[dtk]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028