Rabu, 22 Januari 2020 22:42 WIB

POLITIK

Hanya Pembangunan Infrastruktur yang Mencolok, Pengamat : Masih Banyak PR di 100 hari Periode Kedua Jokowi

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Hanya Pembangunan Infrastruktur yang Mencolok, Pengamat : Masih Banyak PR di 100 hari Periode Kedua Jokowi Foto : Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam diskusi meja bundar di kantor MetroTV/MI/Adam Dwi

"Saya kira itu wajar karena program-program besar selain infrastruktur masih banyak yang bersifat konsep saja, belum sampai pada implementasi ke lapangan"

 

JurnalPatroliNews - Jakarta,-- Masih banyak program pemerintah yang belum terimplementasi secara maksimal. Beberapa di antaranya adalah reformasi birokrasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), investasi, dan ketenagakerjaan, Hal itu dikatakan Pengamat Politik Djayadi Hanan di di Kantor Media Group, Jakarta, Rabu (22/1).


Dalam lima tahun terakhir, ia melihat hanya pembangunan infrastruktur yang memiliki kinerja baik dan begitu mencolok manfaatnya di masyarakat.

"Saya kira itu wajar karena program-program besar selain infrastruktur masih banyak yang bersifat konsep saja, belum sampai pada implementasi ke lapangan," ujarnya


Salah satu contoh adalah revolusi mental. Program tersebut terasa gencar digaungkan pada masa awal-awal pemerintahan Jokowi.

"Namun semakin ke sini program itu semakin menghilang, hanya mencuat pada masa awal-awal saja. Sekarang pemerintah juga seakan tidak peduli lagi sama program itu," tuturnya.


Kemudian, program-program pengembangan SDM terutama di subsektor pendidikan dalam lima tahun terakhir juga tidak begitu menonjol.

Sebut saja skema zonasi yang malah lebih banyak dinilai merepotkan oleh masyarakat.

Djayadi melihat, kebijakan di sektor tersebut, baru mulai terlihat positif setelah Nadiem Makarim menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagaimana diketahui, pendiri Gojek itu berani melakukan terobosan dengan menghapuskan sistem ujian nasional mulai tahun pendidikan berikutnya.

"Itu mulai diapresiasi walaupun belum ada implementasi. Konsep merdeka belajar itu kan belum kelihatan bagaimana secara riil," ucap dia.

(*/lk/net)


Berita Terkait
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028