JPNews
Kamis, 14 Maret 2019 20:29 WIB

METRO

Hari Ke 11 Penutupan TPA Burangkeng Oleh Warga, Camat Setu Gelar Rapat dengan Tim 17, Ini Kata Surya Wijaya.

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Hari Ke 11 Penutupan TPA Burangkeng Oleh Warga, Camat Setu Gelar Rapat dengan Tim 17, Ini Kata Surya Wijaya. Foto : Camat Setu, Suya Wijaya
JurnalPatroliNews - Bekasi, Memasuki hari ke-11 penutupan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi oleh warga setempat yang tergabung di dalam tim 17,  membuat penumpukan sampah di sejumlah titik, Hingga akhirnya Rapat dan pertemuan makin sering di gelar untuk mencari solusi dan kata sepakat.
 
Seperti halnya  rapat yang diadakan di kantor Desa Burangkeng, yang di hadiri Camat Setu Surya Wijaya, dan Ketua Tim 17 Ali Gunawan.
 
" Sedang pendekatan dengan warga, agar mencari solusi, dan semoga warga juga nanti yang membuka, " Kata Camat Surya, Usai Rapat, Kamis ( 14/3).
 
Di lokasi yang sama, Ketua Tim 17 Ali Munawar mengatakan bahwa nantinya sama -sama mencari solusi terbaik untuk masalah TPA ini, dalam arti Pemda juga engga kaku, jadi salah satu aturan itu mentok, merekakan juga harus berpikir gimana caranya agar jangan satu arah mentok," kan ada cara lain , itu solusinya seperti apa, kalaupun itu nanti mau dibuatkan tim terpadu atau seperti apa yaitu bisa dimusyawarahkanlah , yang pasti kalau untuk sekarang TPA masih di tutup ( sudah hampir 11 hari ), dan insyaAllah kita juga rapat ,mau ada pertemuan lagi antara tim dan warga dan Kepala Desa, mencari solusi terbaik mengenai TPA ini, " Ujar Ali Gunawan.
 
Terkait adanya isu pembongkaran paksa, Ali Gunawan menjelaskan bahwa tadi sudah kordinasi dengan  Camat, dan  Danramil, untuk nongkar paksa diupayakan dimungkinkan tidak ada , karena lebih ditempuh upaya musyawarah untuk mufakat.
 
" Sampai sekarang sih belum ada instruksi baik ke pa Camat dan Danramil buat bongkar paksa, jadi sampai saat ini belum ada pembukaan TPA," Ujar Ali.
 
Terkait tuntutan warga soal dana konpensasi dan 7 tuntutan lainnya Ali mengatakan mengenai jumlah akan di data ulang, jika tuntutan sudah selesai, namun sampai sekarang belum ada, makanya belum sampai kependataan. 
 
Terkait nominal adalah urusan Pemda,  karena itukan perlu ada kajian, seperti Desa Taman rahayu, itukan bukan pengajuan warga, tapi hasil kajian.
 
" Yang dituntut warga itu kepastian mengenai konpensasi, untuk infrastruktur dan segala macam itukan umum, walaupun tanpa ada TPA, infrastruktur tetap ada maksudnya begitu," imbuhnya.
 
Ali juga menambahkan, salah satu adanya demo warga  karena ada juga kecemburuan sosial antara warga  Desa Burangkeng dan warga sumur batu, 
 
" Kan ada Bjb di Burangkeng, dimana warga sumur batu setiap tiga bulan antri di Bjb Ambil duit konpensasi, dan warga Burangkeng hanya menonton saja, dan tidak mendapat apa apa, Namun sempet ada Dinas berjanji akan memberikan konpensasi, namun belum ada keputusan," tukasnya.
 
Sementara itu terpisah, Suhup Asisten Daerah (Asda 3)  Kabupaten Bekasi, mengatakan, pemerintah memberi tenggat hingga hari ini, Kamis, 14 Maret 2019, agar warga yang tergabung di dalam Tim 17 membuka TPA Burangkeng.
 
" Jika tidak, pemerintah mengerahkan aparat keamanan membuka TPA. "Itu legal, punya pemerintah," kata Suhup. 
 
(*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -