Rabu, 19 Februari 2020 19:10 WIB

METRO

Hasil Investigasi Terungkap, 120 Ribu Pendatang di Bandara Soetta Tidak Terdata di Imigrasi

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Hasil Investigasi Terungkap, 120 Ribu Pendatang di Bandara Soetta Tidak Terdata di Imigrasi Foto : Pendatang yang masuk di Bandara Soeta (soekarnohatta.imigrasi.go.id)

JurnalPatroliNews - Jakarta - Tim gabungan independen pemeriksa kesimpangsiuran data perlintasan kedatangan buronan Harun Masiku telah merampungkan hasil investigasinya. Ada yang menarik dari hasil investigasi tim gabungan tersebut yakni, sebanyak 120.661 pendatang yang tiba di terminal 2 F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), termasuk Harun, tidak terdata oleh Ditjen Imigrasi

Awalnya, tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) serta Bareskrim Mabes Polri, mendapati adanya kesalahan dalam konfigurasi uniform resource locator (URL) pada personal computer (PC) di konter Imigrasi kedatangan Terminal 2 F Bandara Soekarno-Hatta.

Hal itulah yang kemudian membuat data perlintasan Harun Masiku di PC konter tidak terkirim ke server lokal Bandara Soekarno-Hatta, dan server Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim) di Ditjen Imigrasi. Ternyata, bukan hanya Harun Masiku, ada sekira 120.661 data perlintasan orang di terminal 2 F Bandara Soetta yang juga tidak terkirim ke server lokal dan server pusat SIMKIM di Ditjen Imigrasi.

Tidak terkoneksinya data itu terjadi sejak 23 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Hal itu disebabkan karena SIMKIM atau sistem pencatatan data keimigrasian sedang dalam peningkatan, atau pembaharuan sistem yang kemudian, pihak vendor juga lalai dalam menghubungkan data-datanya.

"Diketahui bahwa sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 10 Januari 2020 terdapat 120.661 data perlintasan orang dari Terminal 2F yang tidak terkirim ke server lokal dan server Pusdakim di Ditjen Imigrasi termasuk di dalamnya data perlintasan atas nama Harun Masiku," Kasi Penyidikan dan Penindakan Kemenkominfo yang juga masuk dalam tim gabungan, Sofyan Kurniawan saat konpers di Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020).

Luputnya data perlintasan 120 ribu pendatang dari luar negeri ke Indonesia melalui Bandara Soetta itu berpotensi mengancam keamanan negara. Sebab, tidak ada data para pendatang yang masuk ke Indonesia, termasuk salah satunya, Harun Masiku.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Sofyan enggan menjawab secara lugas. Sofyan menyerahkan, ihwal tidak terdatanya 120 pendatang tersebut ke Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly.

"Terkait kekhawatiran apakah ada orang beritikad buruk sedangkan sistem tidak terintegrasi, pertama dari tim yang bekerja melakukan pengecekan tidak sinkron sistem ke Pusdakim, berkenaan kekhawatiran itu dari tim tidak dapat menyampaikan informasi dan kewenangannya di pak menteri," ucapnya.

(*/lk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028