Selasa, 30 Juli 2019 17:36 WIB

NASIONAL

Heli MI-17 Belum Ditemukan, 'DPR Desak KSAD Turun Tangan'

Beno - jurnalpatrolinews
Heli MI-17 Belum Ditemukan, 'DPR Desak KSAD Turun Tangan' Foto : Helikopter MI-17 Milik TNI AD yang hilang sejak 28 Juni 2019 lalu

JurnalPatroliNews - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa intensif melakukan pencarian Helikopter MI-17 yang hilang sejak 28 Juni 2019 lalu. Andika diminta mengerahkan upaya maksimal dalam menemukan heli buatan Rusia itu.

"Mestinya begitu (KSAD intensifkan upaya pencarian)," ujar Sukamta, Selasa (30/7/2019). 

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap awak Heli masih selamat dan bisa ditemukan walaupun kejadian sudah sebulan. "Tentu berharap yang terbaik," kata Legislator asal daerah pemilihan Yogyakarta ini.

Sukamta mengaku, belum mengetahui penyebab hilangnya helikopter dengan nomor registrasi HA-5138 itu. Maka itu, pihaknya mendorong agar peremajaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) harus terus dilakukan agar mengurangi peluang terjadinya lagi kecelakaan.

Pengamat militer Sidratahta Mukhtar menilai KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa terlihat tidak serius dalam pencarian heli MI-17. Padahal, pencarian itu merupakan salah satu tugasnya sebagai KSAD. "Saya belum lihat KSAD mengambil tindakan cepat. Belum maksimal," katanya.

Dia melanjutkan, seharusnya Andika merangkul instansi lainnya untuk proses pencarian helikopter kepunyaan Pusat Penerbangan TNI AD itu. Menurut dia, KSAD bisa menginisiasi Basarnas dan lembaga pemerintah lainnya untuk mencari dan menganalisa penyebab jatuhnya heli.

Bahkan, dirinya menduga, adanya hubungan tak baik antara KSAD dengan instansi lainnya karena tidak ada upaya merangkul instansi lainnya tersebut. Pasalnya, sudah seharusnya KSAD ambil peran aktif dan progresif untuk bertanggung jawab terhadap tragedi jatuhnya heli dengan mengefektifkan sinergi dan peran lembaga lainnya.

"Saya menduga itu. Memang dalam banyak hal ada kaitannya dengan regenerasi di TNI yang terlalu politis yang secara strategis menghambat dalam membangun koordinasi," katanya. 

Sekadar diketahui, helikopter dengan nomor registrasi HA-5138 dikabarkan hilang pada Jumat, 28 Juni 2019 lalu setelah terbang dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Heli itu dilaporkan membawa 12 orang untuk mengirimkan logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

[Sindo]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -