Sabtu, 17 November 2018 23:33 WIB

NASIONAL

HUT Pusdik Arhanud TNI AD Bakal Pajang Alutsista Modernisasi, Ini Lengkapnya.

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
HUT Pusdik Arhanud TNI AD Bakal Pajang Alutsista Modernisasi, Ini Lengkapnya. Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Malang -- Modernisasi alutsista sudah merambah TNI AD demi mendukung kekuatan pertahanan NKRI. Deretan alutsista terbaru sudah dimiliki. Di antaranya adalah Mistral platform Atlas dan sistem rudal starstreak. Semua ada di Pusdik Arhanud TNI AD.

Alutsista itu besok akan dipajang bersamaan dengan HUT Pusdik Arhanud TNI AD. Setidaknya ada belasan alutsista dipamerkan. Masyarakat juga bisa melihat secara langsung dari jarak dekat.

Mistral platform Atlas (Advanced Twin Launcher Anti-Air strike) merupakan rudal pertahanan udara buatan Perancis. Mistral Atlas diletakkan di atas Komodo 4×4 buatan PT Pindad. Lain halnya dengan Multi Purpose Combat Vehicle (MPCV) juga buatan Perancis ini menggunakan kendaraan taktis jenis Sherpa.

"Jadi kalau Atlas pakai Komodo, kalau MPCV memakai kendaraan Sherpa produk Renault. Semuanya sama memiliki dua peluncur misil hanya platformnya yang beda. Mistral di Eropa sudah terintergrasi dengan bagus. Untuk Atlas peluncur misil dilepas dan dipindah ke atas tanah, sedangkan MPCV paten," ungkap guru militer Pusdik Arhanud TNI AD Kapten Supriyo di Markas Pusdik Arhanud TNI AD Jalan Kesatrian, Pendem, Kota Batu, Sabtu (17/11).

Dikatakan Supriyo, MPCV atau kendaraan tempur multiguna memiliki bobot 15 ton dengan kendaraannya. Dalam operasinya MPCV serta Atltas dibarengi dengan kendaraan radar yang membawa sistem komunikasi untuk satuan penembak (Satbak).

"MPCV uniknya bisa berdiri sendiri saat beroperasi untuk bisa mendeteksi lawan atau kawan tanpa radar, dengan sistem khusus. MPCV juga bisa diangkut dengan Hercules C-130. Saat mengunci sasaran, dua misil akan bekerja sesuai target, satu misil bisa membidik tepat, ketika satu misil lain mengalami trouble," beber Supriyo.

Tak kalah lagi adalah Rudal MMS Starstreak (MMS) dan rudal LML Starstreak juga buatan Inggris. alutsista rantis ini sudah dimiliki Arhanud TNI AD. MMS dan LML (Lightweight multiple launcher) memiliki jarak jangkau sampai 7.200 meter.

"Dengan satu radar bisa mengoperasikan empat unit MMS dan delapan unit rudal LML Starstreak. Dengan jarak jangkau 7,2 kilomter, dioperasikan oleh lima prajurit," ujar Supriyo. (*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028