Senin, 02 Desember 2019 17:14 WIB

BISNIS

Ikuti Tren Terkini, Panglima Domba Segera Benahi Koperasi dan UMKM.

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Ikuti Tren Terkini, Panglima Domba Segera Benahi Koperasi dan UMKM. Foto : Kementerian Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Teten Masduki (Ft.Republika)

JurnalPatroliNews - Jakarta - Sebulan memimpin Kementerian Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Teten Masduki mengungkapkan garis besar strategi dan kebijakan yang akan dilakukan untuk membangun koperasi dan UMKM lima tahun ke depan.

Untuk sektor UMKM, dia antara lain akan membentuk rumah produksi bersama (sharing factory), antar UMKM sejenis dengan perusahaan besar yang telah lebih dulu maju. Di rumah produksi bersama akan disediakan permesinan modern baik oleh swasta, pemerintah, atau BUMN. Ia yakin strategi ini akan dapat memacu kalangan UMKM ke kelas yang lebih baik sehingga dapat bersaing dengan pasar global.

"Rencananya rumah produksi bersama itu terintegrasi, sertifikasi, hingga pembiayaannya sehingga UMKM jangan urus sendiri persyaratan, seritifikat," kata Teten.

Sedangkan untuk sektor koperasi, mantan aktivis gerakan anti korupsi itu mengakui cukup berat untuk memperbaiki citranya. Di satu sisi koperasi dibebani dengan jargon sebagai sokoguru ekonomi nasional, tapi faktanya dalam sistem bisnis kerap dipandang sebelah mata.

Di era digital, koperasi harus segera membenahi diri dengan mengikuti tren teknologi. Sebab bila tidak ikut memodernisasi, koperasi dipastikan akan semakin ditinggal masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah koperasi besar di bidang simpan-pinjam harus secepatnya mengadaptasi pola fintech.

"Saya selalu katakan kepada teman-teman koperasi, kalau tidak memodernisasi pelayanan dengan penggunaan teknologi modern, akan habis," ujarnya 

Meski latar pendidikannya adalah ilmu kimia, dan pengalamannya lebih banyak sebagai aktivis gerakan anti korupsi, Teten merasa dirinya tak canggung mengurusi masalah koperasi dan UMKM. Sebab sejak berada di lingkungan istana dalam lima tahun terakhir, baik sebagai staf khusus maupun kepala staf kepresidenan dia lebih banyak menangani persoalan ekonomi kecil.

"Selama di Istana saya banyak menangani isu-isu ekonomi sebenarnya, mulai isu peternak, isu koperasi kopi, teh, industri makanan-minuman, ngurusi garam, nelayan, bahkan termasuk juga ke kelompok bisnis," paparnya.

Pada bagian lain, Teten yang pernah dijuluki sebagai 'Panglima Domba' karena keberhasilannya membina ratusan kelompok peternak domba garut, kini juga mulai menekuni bidang kopi.

(*/lk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028