Sabtu, 18 Januari 2020 15:22 WIB

NASIONAL

Ini Penjelasan BIN, Terkait Kemunculan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Ini Penjelasan BIN, Terkait Kemunculan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Foto : Kepala Badan Intelijen Negeri (BIN) Budi Gunawan (BG)

"Yang penting ada memang keraton-keraton yang tergabung dalam kerajaan Nusantara. Lain hal kalau ada unsur pidana di dalamnya di antaranya sekarang yang dikembangkan masalah penipuan dan lain-lain, itu yang ditelusuri"

 

JurnalPatroliNews - Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negeri (BIN) Budi Gunawan (BG) menyebut keberadaan keraton atau kerajaan baru sudah lama terdeteksi. Namun fenomena Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire baru muncul belakangan ini.

"Kita sudah mendeteksi itu lama, mungkin baru muncul sekarang. Itu semuanya lama," kata BG di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2020).


BG menyebut dari hasil deteksi itu diketahui ada beberapa yang memang bagian dari keraton Nusantara. Namun aparat akan memproses jika ada yang melakukan unsur pidana.

"Yang penting ada memang keraton-keraton yang tergabung dalam kerajaan Nusantara. Lain hal kalau ada unsur pidana di dalamnya di antaranya sekarang yang dikembangkan masalah penipuan dan lain-lain, itu yang ditelusuri," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, jadi hiburan. Kemunculan keraton itu bikin geger dan berujung penetapan tersangka ke 'raja' dan 'ratu', Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41).

"Itu hiburan lah," kata Jokowi sambil tertawa saat ditanya oleh wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).


Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan Sunda Empire-Earth Empire yang diduga berada di Bandung. Polisi mendalami soal kelompok itu.

"Kita hanya sedang melakukan pendalaman, lagi mendalami komunitas itu. Kita kan belum tahu apakah itu ormas atau apa, makanya kita masih pelajari, masih pendalaman dengan melakukan penyelidikan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat dihubungi, Sabtu (18/1/2020).


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028