JPNews
JPNews
Kamis, 08 November 2018 19:11 WIB

NASIONAL

Ini Strategi Mendikbud Tekan Pengangguran Lulusan SMK

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Ini Strategi Mendikbud Tekan Pengangguran Lulusan SMK Foto : Mendikbud Muhadjir Effendy, Menaker Muhammad Hanif Dhakiri dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

JurnalPatroliNews JAKARTA - Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu. Lantaran itulah, pemerintah terus melakukan sejumlah perbaikan dan penataan SMK di tanah air.

Demikian disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Pengurangan Pengangguran", bertempat di Ruang Benny S Muljana, Gedung Saleh Alif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

“Dalam aspek partisipasi kerja lulusan SMK menurut data Sakerna 2014-2018 pada pendataan Agustus maupun Februari selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya,” katanya.

Jika pada Agustus 2015, menurut Muhadjir, tercatat angka partisipasi kerja lulusan SMK berada di angka 10.837 lulusan SMK, maka pada Agustus 2018 berada di angka 13.682. Sedangkan penghitungan pada Februari 2015, Muhadjir mengatakan, jumlahnya juga terus naik hingga pada Februari 2018. Yakni, sambung dia, dari angka partisipasi kerja lulusan SMK 11.800 menjadi pada 2018 sebesar 14.545.

Itulah sebabnya, Muhadjir menjelaskan, prosentase tingkat pengangguran terbuka pun terus menurun bagi lulusan SMK. Tercatat, kata dia, jika pada 2016 sebesar 9,84 persen, pada 2018 tinggal 8,92 persen.

“SMK merupakan tingkat pendidikan yang persentase penurunan pengangguran terbukanya selalu turun setiap tahunnya,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan, untuk menekan angka pengangguran di Tanah Air khususnya pada lulusan SMK, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya yakni dengan meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Muhadjir mengatakan, Dengan kualitas pembelajaran yang baik maka siswa akan memperoleh keterampilan dasar, kemampuan untuk berpikir kritis. Selain itu siswa juga akan memahmi nilai-nilai dan karakter untuk menjadi warga yang produktif dan pembelajar.

"Kemudian, kedua, upaya percepatan melalui penargetan dan strategi kompensasi kepada anak-anak miskin untuk mengurangi ketimpangan akses ke pendidikan yang berkualitas di daerah secara sistematik, sehingga mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan harmonis," kata Muhadjir.

Strategi selanjutnya, dengan memperkuat pelatihan vokasi dan life skill di semua tingkat. Ini dilakukan untuk mengembangkan angkatan kerja yang fleksibel dan terlatih dengan atribut personal, keterampilan dasar, dan kompetensi TIK. Sehingga vokasi yang dicananhkan para lulusan SMK siap kerja mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Di sisi lain, upaya pengembangan visi dan pola pikir guru dan tenaga pendidik, juga menjadi penting guna menuju peningkatan kualitas pendidikan yang kreatif dan berkesinambungan. Kemudian stragi lain yakni dengan mewujudkan pemeritah yang terintegrasi untuk peningkatan capaian pendidikan.

"Sedangkan strategi terakhir adalah merintis kemitraan baru dengan penyelenggara pendidikan, baik perusahaan publik maupun swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja berbasis pembiayaan dan akuntabilitas yang lebih baik," pungkasnya. (dai)


KOMENTAR