Sabtu, 12 Oktober 2019 18:47 WIB

INTERNASIONAL

Iran Bersumpah Menanggapi Serangan Tanker Minyak 'Pengecut' di Laut Merah - Pemerintah

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Iran Bersumpah Menanggapi Serangan Tanker Minyak 'Pengecut' di Laut Merah - Pemerintah Foto : © AP Photo / SHANA

Jurnalpatrolinews - Teheran, Sebuah kapal tanker Iran mengalami dua serangan kemarin yang merusak lambungnya dilaporkan menyebabkan tumpahan minyak hanya 100 kilometer dari pelabuhan Saudi Jeddah. Insiden itu segera membuat minyak berjangka naik.

Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabei telah menyatakan bahwa Teheran akan menanggapi serangan terhadap kapal tanker milik Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) secara tepat, yang berlangsung pada 11 Oktober . Pada saat yang sama, ia menambahkan bahwa Teheran akan "menghindari tergesa-gesa" dan akan dengan cermat memeriksa insiden itu.

"Tanggapan yang tepat akan diberikan kepada para perancang serangan pengecut ini, tetapi kami akan menunggu sampai semua aspek plot diklarifikasi", kata Ali Rabei.

Kantor berita Iran Fars sebelumnya mengutip seorang pejabat keamanan senior yang mengatakan bahwa negara itu memiliki bukti video, yang dapat membantu menentukan pelaku di balik serangan terhadap kapal tanker itu.

Kapal tanker minyak Iran, Sabiti, diserang di Laut Merah hanya 100 kilometer dari pelabuhan Saudi Jeddah, dilaporkan menderita dua serangan rudal yang merusak kapal yang menyebabkan tumpahan minyak. Buntut dari serangan itu dilaporkan terkandung, dengan kapal kemudian berlayar ke pulau Larak Iran menggunakan mesinnya, menurut data pengiriman Refinitiv.

 

Insiden ini telah mengirim minyak berjangka Desember naik dengan dua benchmark minyak mentah utama, Brent dan WTI naik 2% pada hari serangan. Volatilitas harga serupa terjadi setelah dua serangan terhadap tanker minyak di wilayah Teluk Persia pada Mei dan Juni.

Serangan-serangan ini membuat beberapa operator minyak lumpuh, meskipun tidak satupun dari mereka yang menyebabkan tumpahan minyak. Salah satu insiden, dekat pantai UEA, diselidiki oleh para pejabat negara, yang memerintah "aktor negara" ada di belakangnya, tanpa benar-benar menunjuk jari. Mengabaikan fakta ini, AS menuduh Iran berada di balik kedua serangan itu, tanpa memberikan bukti nyata. Teheran dengan keras membantah terlibat dan mengecam upaya untuk menyalahkan negara itu.


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028