Jumat, 26 Oktober 2018 11:46 WIB

NASIONAL

“Jangan Memberi Contoh, tapi Tidak Pandai Menjadi Contoh”

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
“Jangan Memberi Contoh, tapi Tidak Pandai Menjadi Contoh” Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Jakarta,  Optimisme membangun dan berbuat sesuatu untuk bangsa harus ditumbuhkan. Sebagai bangsa besar, negara ini memerlukan kerja bersama membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Aset terbesar kita adalah persatuan. Dengan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, kita optimis melihat bangsa ini ke depan,” kata Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko saat bertemu puluhan peserta Program Abdi Negara, di Kantor Staf  Presiden, Kamis, 25 Oktober 2015.

Mantan Panglima TNI ini menceritakan kisah Presiden Afganistan Ashraf Ghani saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Presiden Afganistan menyampaikan kekagumannya pada Indonesia yang mampu hidup rukun dalam demokrasi yang dewasa. Presiden Afganistan berpesan agar Indonesia terus menjaga keutuhan bangsa.

Karena itu, Moeldoko tidak sependapat dengan istilah minoritas dan mayoritas. Menurutnya, bangsa ini memiliki ideologi yang kuat. Pancasila sumber dari segala sumber hukum. Pancasila sebagai nilai luhur.

“Semua untuk Indonesia, Indonesia untuk semua. Jangan ada sekat. Jangan ada ekslusifisme,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini, para peserta menanyakan berbagai topik dan isu-isu yang berkembang. Sutino Hariman dari Batam misalnya, kuatir dengan tantangan ekonomi global, perang dagang Amerika dan China yang berimbas ke negara-negara lain. Peserta lainnya juga menyinggung soal pembangunan infrastruktur.

Menurut Moeldoko, pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini mengubah ekonomi dan peradaban di masyarakat. Bagaimana daerah-daerah di perbatasan, misalnya di Papua, Kalimantan yang terisolasi, dan kini nasionalismenya menjadi tambah kuat.

Berkaitan dengan faktor eksternal yang mempengaruhi ekonomi, hal itu tidak dapat dihindari karena kita hidup dalam lingkungan global. Kebijakan atau situasi di luar sangat berpengaruh.

“Karena itu kita mendorong peningkatan daya beli produk lokal. Tidak terpengaruh oleh impor, menggenjot ekspor non migas,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, mantan wakil Gubernur Lemhanas ini memberikan pesan-pesan moral kepada para peserta program abdi negara. Sebagai generasi yang kelak menjadi pemimpin masa depan, menjadi pribadi yang baik dan terus mengembangkan inovasi.

“Biasanya orang pandai memberi contoh, tapi tidak pandai menjadi contoh,” pesannya.

Ia menambahkan, pengabdian kepada negara bisa dilakukan dengan berbagai cara. Moeldoko bercerita bagaimana setelah pensiun sebagai Panglima TNI, dia mengisi waktu dengan membantu para petani sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), kemudian ikut berinovasi dengan melibatkan anak-anak muda mengembangkan mobil listrik.

“Negara ini akan menjadi lebih baik. Jangan mengurangi sedikitpun kebanggaan anak terhadap orang tua,” pesannya. (Rdk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028