Minggu, 23 Februari 2020 20:30 WIB

DAERAH

Jawa Tengah Dilanda Bencana 15 Ha Tanah Ambles, Ganjar Akan Kirim Tim Ahli ahli Geologi dan BMKG

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Jawa Tengah Dilanda Bencana 15 Ha Tanah Ambles, Ganjar Akan Kirim Tim Ahli ahli Geologi dan BMKG Foto : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan warga di Desa Jolosekti, Kabupaten Batang. (gesuri.id)

JurnalPatroliNews - Jawa Tengah,--  Bencana tanah ambles terjadi di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, lahan ambles seluas 15 hektare (ha) dengan kedalaman mencapai 50 centineter tersebut merusak jalan penghubung antara Desa Jolosekti hingga Desa Manggis.

Pemantauan Media Minggu (23/2) ratusan warga Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, resah karena lahan seluas 15 ha di desanya mengalami ambles hingga kedalaman mencapai 50 cm. Bahkan amblesnya tanah di desa itu membentuk seperti patahan memanjang merusak jalan penghubung antar desa.


Bahkan akibat amblesnya tanah di desa itu, ratusan keluarga harus terisolasi karena jalan penghubung antar desa mengalami kerusakan yakni antara Desa Jolosekti hingga Desa Manggis.

''Kami khawatir desa ini tiba-tiba ambles hingga warga menjadi korban, terutama saat malam warga tertidur,'' kata Haryono(34), seorang warga sekitar.

Bupati Batang Wihaji mengatakan amblesnya lahan sekitar 15 ha dengan kedalaman mencapai 50 cm itu, menurut ahli, diduga sebagai sesar minor, Karena beberapa wilayah memang terdapat patahan sehingga tanpa hujan terjadi ambles akibat pengaruh tektonik.

''Kita turunkan tim pemantauan dan penelitian mendalam untuk mengantisipasi jatuhnya korban. Jika terjadi sesuatu kita bersiap untuk mengevakuasi warga,'' ujar Wihaji.

Secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, akan mengirimkam ahli geologi dan BMKG untuk meneliti peristiwa patahan tanah di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang tersebut karena luas patahan tanah tersebut cukup luas mencapai 15 ha.

''Di Jawa Tengah memang rawan bencana mulai dari tanah amblas, micro sesar dan lainnya dan bencana tersebut berpotensi di banyak tempat,'' kata Ganjar Pranowo.

Pada kasus amblasnya tanah di Desa Jolosekti Batang, lanjut Ganjar, cukup luas capai 15 ha maka akan dibantu lakukan pemeriksaan dan penelitian dengan mendatangkan tim ahli Geologi dan BMKG.

''Dengan datangnya tim ahli itu maka dapat diantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi,'' imbuhnya.

"Tim ahli yang dikirimkan bakal meninjau lokasi, Untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena patahan mayor dan minor itu untuk antisipasi daerah rawan bencana,"ujar Ganjar Pranowo.

Masalah ini menjadi penting agar masyarakat tahu, sehingga program keluarga tahan bencana, keluarga tangguh bencana bisa dimengerti dan dipahami ketika tanahnya dan bangunannya berisiko bencana dan dapat diminimalisasi resiko tersebut," pungkasnya.

(*/lk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028