JPNews
JurnalPatroliNews - Jakarta – Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil mengumumkan capaian sertifikat tanah gratis yang dibagi-bagikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepanjang 2018. Dia mengatakan, Realisasinya hingga akhir tahun 'melebihi target'.
 
"Seluruh produk BPN tahun lalu bisa kita capai 9,3 (juta), 9.314.000 (sertifikat)" katanya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/1).
 
Angka tersebut melebihi target yang dipatok pada 2018 sebanyak 7 juta sertifikat tanah. Melihat capaian tersebut, diharapkan target tahun ini sebanyak 9 juta sertifikat bisa direalisasikan.
 
"Mudah-mudahan, karena kan kita ubah aturan, kita perkenalkan teknologi, kita terbantu sekali dengan teknologi, kita perkenalkan juru ukur swasta, kita perbaiki apa yang perlu diperbaiki, birokrasi kita itu kerja oke," jelasnya.
 
Diketahui  sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Sesuai yang disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, sertifikat tanah di Jakarta akan diselesaikan di tahun 2019.
 
“Yang janji Pak Menteri ATR/Kepala BPN, saya tinggal melihat akhir tahun selesai atau tidak. Insyaallah selesai,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Penyerahan 3.000 Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/18) seperti yang dilansir dari setkab.go.id.
 
Di seluruh tanah air, ini harusnya ada 126 juta bidang tanah yang harus bersertifikat, itu dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Tetapi kenyataannya, sambung Presiden, sampai akhir tahun 2015 yang lalu, baru 46 juta yang bersertifikat. Artinya, ada 80 juta yang belum bersertifikat, tambah Presiden.
 
Dulu, lanjut Presiden, setahun hanya bisa memproduksi (kantor-kantor BPN itu, red) 500 ribu setahun, sehingga masyarakat harus menunggu 160 tahun.
 
“Ada yang mau nunggu 160 tahun? Silahkan maju saya beli sepeda, kalau ada silakan kalau mau 160 tahun. Maju ke depan saya beri sepeda, tetapi sertifikat nunggu 160 tahun,” ucap Presiden Jokowi.
 
9,3 Juta Rampung Tahun 2018
 
Menurut Presiden, ternyata problem di semua daerah itu juru ukurnya kurang. Oleh sebab itu sejak tahun 2015 cari juru ukur sebanyak-banyaknya. Akhirnya sekarang, tambah Kepala Negara, contoh dari 500 ribu bisa menjadi 5 juta. Tahun 2018 kemarin, sambung Kepala Negara, ditarget 7 juta harus rampung, bisa diselesaikan 9,3 juta sertifikat di seluruh tanah air.
 
Caranya bagaimana? Menurut Presiden, urusannya Menteri ATR/Kepala BPN. Pokoknya dirinya memberi target 7 juta, dan juga terlampaui menjadi 9,3 juta.
 
“Kerjanya kantor BPN ya, kalau dulu mungkin Senin sampai Jumat sore pulang, ya sekarang kan bisa sampai tengah malam. Sabtu-Minggu harus ke lapangan. Karena saya janjian sama Pak Menteri, ini kerja harus ada targetnya,” terang Presiden Jokowi.
 
(*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -