Jumat, 15 November 2019 16:55 WIB

KORUPSI

Kasus Kepala Bappenda Kota Bekasi Entry Point Sidik Korupsi

Beno - jurnalpatrolinews
Kasus Kepala Bappenda Kota Bekasi Entry Point Sidik Korupsi Foto : Pengamat Hukum Universitas Mpu Tantular Ferdinand Montororing

JurnalPatroliNews. Bekasi.--  Masih hangatnya pemberitaan media atas kasus kisrusnya pengelolaan parkir di Minimarket Kota Bekasi telah menyeret Aan Suhendar Kabappenda Kota Bekasi diperiksa Polres Metro Bekassi Kota.

Pengamat Hukum Universitas Mpu Tantular Ferdinand Montororing yang juga Ketua Dewan Pendiri YLBH Bekasi mengatakan pada wartawan "pemeriksaan terhadap Aan Suhendar atas dugaan pelanggaran wewenang menerbitkan surat tugas pada ormas lokal di kota bekasi harus jadi entry point menyibak dugaan korupsi di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Bekasi" ujar Ferdinand saat dijumpai hari kamis (4/11) dikantor YLBH Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota harus bisa mengamalkan amanat Kapolri Idham Azis bahwa Kapolres jangan ikutan minta-minta proyek pada kepala daerah sehingga mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya. Kapolres harus transparan dalam mengungkap kasus Aan Suhendar yang diduga menyalahgunakan jabatan dan wewenang menerbitkan surat tugas mengelola perparkiran di minimarket kota bekasi yang memiliki 600 titik.

Walikota Rahmat Effendi juga harus diperiksa karna mengeluarkan kebijakan tanpa pijakan hukum bahkan menimbulkan tumpang tindih kewenangan dalam tupoksi antara Dishub sebagai user dan Bappenda.

Indikasi korupsi selalu timbul dari ketidak jelasan tupoksi antar fungsi pada UPTD ini sudah menjadi karakter tindak pidana korupsi. Oleh karna itu kejadian kisruh ormas dengan pengusaha minimarket beberapa waktu lalu hanya merupakan gunung es buruknya administrasi pemerintahan Walikota Bekasi kata Ferdinand kepada wartawan.

 


Baca Juga
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028