Rabu, 11 Desember 2019 19:53 WIB

KRIMINAL

Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Bengkulu Diduga Dilatarbelakangi Dendam

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Bengkulu Diduga Dilatarbelakangi Dendam Foto : Mardiani (20), Mahasiswi Universitas Bengkulu yang Ditemukan Tidak Bernyawa (foto: Dokumentasi Keluarga)

JurnalPatroliNews - BENGKULU - Polisi saat ini telah mengantongi identitas terduga pelaku eksekutor pembunuhan mahasiswi Semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani. Pelaku diketahui berinisial PI (29) yang merupakan penjaga kos korban.

Kasat Reskrim Polres kota Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma, mengatakan terduga pelaku eksekutor kemungkinan dendam dan sakit hati terhadap korban yang meminta pertanggungjawaban motornya yang rusak.

Ya, sebelum kasus pembunuhan terjadi, terduga pelaku eksekutor yang merupakan penjaga kosan menyenggol sepeda motor milik Wina yang terparkir di halaman kos. Sehingga membuat bagian bodi sebelah kanan mengalami lecet.

''Tidak tutup kemungkinan terduga pelaku eksekutor dendam dan sakit hati kepada korban. Sebab korban meminta pertanggungjawaban atas lecetnya sepeda motor yang sempat disetempat terduga pelaku eksekutor,'' kata Indramawan, Rabu (11/12/2019).

Saat ini, terang Indramawan, terduga pelaku pembunuhan Wina berinisial PI masih diburu polisi. Selain itu, kata Indramawan, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran polres di seluruh penjuru Bengkulu untuk menemukan pelaku.

''Kami membentuk tim khusus dengan Polda Bengkulu. Setiap hari kami terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku eksekutor yang dicurugai,'' ucap Indramawan.

Dia menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan kasus meninggalnya mahasiswi Unib, Wina. ''Kami masih melakukan pengembangan siapa-siapa yang terlibat. kedepannya ada pelaku lainnya,'' jelas Indramawan.

Sebagaimana diketahui, Wina Mardiani (20) ditemukan meninggal dunia, pada Minggu 8 Desember 2019, sekira pukul 17.06 WIB.

Perempuan kelahiran, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, 23 Maret 1999, itu ditemukan tidak bernyawa tak jauh dari tempat kosnya atau sekira 100 meter. Tepatnya, di areal rawa perkebunan sawit.

Anak pertama dari tiga bersaudara itu ditemukan di bekalang kosnya, di Jalan WR Supratman, Kelurahan Beringan Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Saat ditemukan anak pasangan suami istri (Pasutri) Aguswandi dan Ani ini dalam keadaan terkubur, dengan kedalamaan sekira 1,5 meter atau setara dengan dada orang dewasa dengan posisi tubuh korban dalam keadaan tertelungkup. Saat ditemukan di bagian atas galian terdapat sebatang tanaman keladi yang diduga baru di tanam.

Tidak hanya itu, saat ditemukan kepala korban tertutup dengan karung hingga bahu, dengan posisi tangan dan kaki dalam keadaan terikat.

[okz]

 


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028