Rabu, 15 Mei 2019 21:27 WIB

DAERAH

Konflik Lahan dan Amuk Massa di Tebo, Polisi Sebut Desa Napal Putih Mulai Kondusif

Beno - jurnalpatrolinews
Konflik Lahan dan Amuk Massa di Tebo, Polisi Sebut Desa Napal Putih Mulai Kondusif Foto : Ilustrasi Sengketa Lahan
JurnalPatroliNews - Jambi, Pasca amuk masa mencekam  yang terjadi di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi mulai kondusif, Rabu (15/5). Aksi anarkis massa yang membakar lima unit alat berat dan menyandera tiga orang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Lestari Asri Jaya (LAJ) sudah bisa dihentikan.
 
“Suasana di kawasan perkebunan PT LAJ, Desa Napal Putih, Tebo sudah tenang hari ini, Rabu (15/5). Tak ada lagi konsentrasi massa di sekitar lokasi kejadian. Tiga orang karyawan PT LAJ yang sempat disandera massa juga sudah dibebaskan. Namun puluhan personel Polres Tebo masih siaga di lokasi PT LAJ,” kata Kapolres Tebo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zainal Arrahman di Tebo, Rabu (15/5).
 
Menurut Zainal Arrahman, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa orang saksi terkait pembakaran alat berat dan penyanderaan karyawan PT LAJ tersebut. Baik saksi dari warga desa maupun pihak perusahaan. Namun belum ada tersangka dalam kasus tersebut.
 
Sementara itu Bupati Tebo, Sukandar di Tebo, Rabu (15/5/15) meminta warga desa Desa Napal Putih dan aktivis Serikat Petani Indonesia (SPI) yang mendampingi petani Desa Napal Putih menghentikan aksi anarkis di daerah itu, khususnya dalam bulan Ramadan saat ini.
 
“Mari sama-sama kita hormati bulan Ramadan ini dengan menahan diri dari hal-hal yang bersifat konflik atau kekerasan. Konflik lahan antara petani dengan PT LAJ bias diselesaikan dengan cara-cara musyawarah. Hentikan aksi anarkis di bulan suci ini untuk menghormati orang yang berpuasa,”ujarnya.
 
Dijelaskan, konflik lahan antara petani Desa Napa Putih dengan PT LAJ yang berlangsung sudah cukup lama dan mencuat kembali sudah beberapa kali ditangani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. Namun kasusnya tidak pernah tuntas sampai saat ini.
 
“Terkait penyitaan alat-alat berat PT LAJ yang dilakukan massa dari Desa Napal Putih, Pemkab Tebo, jajaran Polres Tebo, TNI sudah melakukan mediasi dengan petani dan aktivis PSI, Senin (13/5). 
 
Masalahnya dinyatakan sudah selesai ketika pertemuan tersebut. Namun massa tampaknya kurang puas. Akhirnya massa membakar alat berat dan menyandera karyawan PT LAJ, Selasa (14/5),” katanya dilansir suara pembaruan.
 
Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman mengatakan, konflik antara warga Desa Napal Putih dengan PT LAJ yang berujung pada pembakaran alat berat perusahaan dipicu land clearing  (pembersihan lahan) yang dilakukan PT LAJ pekan lalu. Lahan yang digarap PT LAJ itu diklaim warga desa sebagai lahan mereka.
 
“Karena itu warga desa menghadang alat-alat berat perusahaan yang melakukan land clearing. Setelah itu warga desa dengan PT LAJ melakukan pertemuan membahas kasus tersebut. Tetapi warga desa akhirnya menolak pertemuan itu karena pihak Pemkab Tebo tidak hadir,” ujarnya.
 
Menyikapi penolakan warga desa itu, akhirnya Polres Tebo dan Pemkab Tebo meminta PT LAJ melakukan mediasi dengan warga desa. Mediasi tersebut menghasilkan keputusan bahwa perusahaan tidak boleh melanjutkan pembersihan lahan sebelum ada keputusan Bupati Tebo.
 
Akhirnya pihak PT LAJ, lanjut Zainal, memindahkan alat-alat berat mereka ke lokasi lain. Pemindahan alat berat itu melewati Desa Napal Putih. Melihat alat berat perusahaan beroperasi melewati desa mereka, warga desa pun langsung membakar alat berat tersebut.
 
(*Luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -