Selasa, 13 Agustus 2019 22:54 WIB

NASIONAL

Konflik Tanah Pasuruan, Komnas HAM Desak Panglima TNI Turun Tangan

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Konflik Tanah Pasuruan, Komnas HAM Desak Panglima TNI Turun Tangan Foto : SH

Jurnalpatrolinews - Jakarta, Komnas HAM mendesak Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto turun tangan menyelesaikan kasus sengketa lahan yang melibatkan TNI AL dengan warga Pasuruan Jawa Timur. Sengketa ini telah berlangsung sejak 1962.

Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM Amiruddin dalam jumpa pers di Kantornya, Jalan Latuharhari Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

"Ini perlu atensi dari Panglima TNI dan Pemprov Jatim," katanya.

Amir menjelaskan bahwa sengketa tanah di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur itu belakangan memanas kembali, menyusul rencana perluasan bangunan milik TNI AL dengan memasang kawat duri pada Selasa (6/8/2019) lalu.

Ia mengungkap awal duduk perkara kasus ini ialah karena adanya klaim kepemilikan dari kedua belah pihak soal surat tanah. "Problemnya ini sejak 1960-an. Sebenarnya (tanah) milik siapa? Karena enggak tau siapa yang milik makanya jadi konflik. Masing masing mengklaim kepemilikan," katanya.

Baru-baru ini Komnas HAM juga telah menerima aduan masyarakat Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terkait adanya dugaan kekerasan aparat TNI.

Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal Sandrayati Moniaga menambahkan, pihaknya mencatat hasil turun lapangan pada 8 Mei 2018 tentang adanya korban salah tembak dan anak yang meninggal.

"Yang ada itu terkena peluru nyasar. Ibu-ibu yang kena. Tapi ada anak yang saking ketakutannya itu lari ke kolam dan meninggal. Tapi itu dalam situasi panik. Tapi kami berharap tidak perlulah sampai ada korban baru lagi," dia menambahkan. (sh)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -