Kamis, 25 Juli 2019 09:59 WIB

NASIONAL

Korps Diplomatik, BUMN & Pebisnis Menyongsong Perhelatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID)

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Korps Diplomatik, BUMN & Pebisnis Menyongsong Perhelatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Jakarta,  Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, telah menyelenggarakan pertemuan diskusi Afternoon Tea terkait rencana penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID)yang akan dilakukan di Bali, pada tanggal 20-21 Agustus 2019.?

Pertemuan dimaksud telah dihadiri para undangan dari Korps Diplomatik, antara lain, sejumlah Kedutaan Besar dan Konsul Kehormatan negara-negara Afrika di Jakarta serta pimpinan dan wakil dari 13 BUMN dan 3 perusahaan swasta. Kehadiran berbagai pihak juga menunjukkan adanya sinergi pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta untuk maju, meningkatkan serta memperkuat kerja sama dengan Afrika.

Pertemuan sore ini dilakukan dalam format dialog, diskusi dan tanya-jawab terkait persiapan perhelatan serta harapan untuk kerjasama Indonesia dan Afrika yang lebih konkret, terutama di bidang ekonomi. Menlu menyampaikan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) diharapkan akan dihadiri sekitar 700 peserta dari 53 negara Afrika dan Indonesia. Seperti Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 tahun lalu, IAID diharapkan dapat menghasilkan sejumlah business deals konkret dengan Afrika. 

Menko Maritim juga menekankan bahwa Presiden RI menugaskan Menlu dan Menko Maritim untuk semakin memperkuat kerja sama Indonesia dengan Afrika. Menko Maritim, dalam hal ini, mengapresiasi penyelenggaraan IAF 2018 dan mendorong tindak lanjut IAF serta peningkatan kerja sama ekonomi, investasi dan perdagangan dengan Afrika.
Dalam pertemuan, Menlu tegaskan 3 (tiga) langkah yang perlu diambil guna meningkatkan kerja sama dengan Afrika. Pertama, memperkuat infrastruktur perdagangan untuk menurunkan tarif dagang dengan Afrika, melalui pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan berbagai negara dan entitas Afrika. 

“Sesuai dengan mandat Presiden, dalam beberapa tahun terakhir ini, presensi kita di Afrika semakin kelihatan, tidak saja pada level Diplomatic precence tetapi juga Bussiness. Banyak sekali terobosan-terobosan ekspor, yang kita lakukan dengan Afrika", ujar Menlu Retno, dalam joint press statementbersama Menko Maritim usai pertemuan.

Kedua, memperkuat infrastruktur diplomasi di Afrika. “Tahun lalu kita memulai suatu hal yang baru, yaitu dengan menyelenggarakan Indonesia Africa Forum (IAF),  yang hasilnya juga sangat baik. Dan tahun ini kita ingin fokus pada infrastruktur", lanjut Menlu Retno.

Ketiga adalah meningkatkan aktivitas bisnis antara Afrika dengan Indonesia, salah satunya dengan memanfaatkan IAID 2019 di Bali, melalui penyelenggaraan empat kegiatan utama IAID, yaitu penandatanganan kesepakatan bisnis, pembahasan PTA, diskusi panel dan pameran bisnis.

Menlu Retno juga menggarisbawahi bahwa Indonesia adalah mitra yang bisa dipercaya oleh Afrika dan menekankan kerja sama ekonomi yang dilakukan adalah secara bersama-sama dan saling menguntungkan bagi Afrika dan Indonesia.


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028