JPNews
JPNews

JurnalPatroliNews JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengidentifikasi kode-kode yang digunakan untuk menyamarkan nama-nama oknum yang terlibat kasus suap pengurusan izin proyek Meikarta.

Teranyar adalah Babe, kode keenam yang berhasil diidentifikasi tim KPK dalam kasus ini. Lima kode lainnya adalah Melvin, Tina Toon, Windu, Penyanyi dan Susi.

"Kami sudah mengetahui Babe itu siapa, Tina Toon siapa. Penyanyi dan beberapa lainnya itu sudah kami ketahui dan buktinya sebenarnya semakin kuat saat ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis, (8/11).

Kendati begitu, dia masih enggan mengungkap sosok berkode Babe dalam kasus ini. Menurut dia, nama itu diduga adalah salah satu penyuap yang memiliki peran yang cukup penting di kasus Meikarta.

"Orang yang gunakan kode ini adalah salah satu pihak pemberi yang memiliki peran cukup penting. Salah satu pihak yang diduga salah satu pihak pemberi," terang Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat delapan orang lainnya dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludi, Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

KPK menyangka Neneng dan keempat pejabat tersebut menerima komitmen fee Rp13 miliar dari Direktur Lippo Billy Sindoro dan tiga orang lainnya terkait pengurusan perizinan pembangunan fase pertama proyek Meikarta dengan luas 84,6 hektare. Menurut KPK, total pemberian yang sudah terealisasi sebanyak Rp7 miliar. (dai)


KOMENTAR