JPNews
Senin, 11 Februari 2019 22:21 WIB

KORUPSI

KPK Terima Pengembalian Uang Rp1,7 Miliar dari Pejabat PPK, Ini Penjelasan Febri Diansyah

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
  KPK Terima Pengembalian  Uang Rp1,7 Miliar dari Pejabat PPK,  Ini Penjelasan  Febri Diansyah Foto : Juru Bicara KPK Febri Diansyah
JurnalPatroliNews - JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi menerima pengembalian uang lagi senilai Rp1,7 miliar dari 3 orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek-proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR.
 
Sebelumnya, lembaga antirasuah itu juga telah menerima pengembalian uang senilai Rp3 miliar dari 13 orang PPK.
 
Pengembalian uang tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan SPAM di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018 yang menjerat delapan orang tersangka.
 
"Terdapat tambahan pengembalian uang dari 3 orang PPK proyek SPAM di Kementerian PUPR sejumlah Rp1,7 miliar, sehingga total pengembalian di Februari ini adalah Rp4,7 miliar dari 16 orang PPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (11/2).
 
Lanjut Febri,  KPK mengingatkan agar para pejabat di Kementerian PUPR yang pernah menerima suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mengembalikannya ke KPK. Sikap kooperatif para pejabat yang mengembalikan uang akan dihargai secara hukum.
 
"Hal tersebut akan menjadi bagian dari berkas perkara dan sikap kooperatif tersebut tentu dihargai secara hukum," ujar  Febri Diansyah 
 
KPK juga memeriksa PPK PPSM Lampung Ahmad Syafaruddin, PNS pada Kementerian PUPR Moh Ali Tasriep, Kasatker PAM Strategis Rahmi Budi Siswanto dalam kasus tersebut. 
 
"Penyidik hari ini mendalami proses pelaksanaan pengadaan proyek SPAM di sejumlah daerah yang terkait dengan tersangka,"  kata Febri.
 
Selain itu, dari sejumlah saksi pengeluaran dari PT WKE yang diduga untuk menyuap sejumlah pejabat ke Kementerian PUPR, juga terus dikembangkan.
 
KPK total telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi adalah Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).
 
 
Sedangkan pihak yang diduga sebagai penerima adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).
 
Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.
 
(*luk)


Berita Terkait
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -