Minggu, 23 Desember 2018 19:16 WIB

POLITIK

KPP Dukung Pedagang Pasar Tolak Politisasi yang Dilakukan Sandiaga Uno

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
KPP Dukung Pedagang Pasar Tolak Politisasi yang Dilakukan Sandiaga Uno Foto : Abdul Rosyid Arsyad Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) saat berkunjung ke Pasar Ilir 16, Palembang.

JurnalPatroliNews JAKARTA – Komite Pedagang Pasar (KPP) Sumatera Selatan mendukung langkah yang dilakukan oleh pedagang pasar di Sumatera Selatan yang melakukan pemasangan spanduk penolakan politisasi pasar yang dilakukan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno.

“Pasar itu tempat bertransaksi antara pedagang dan konsumen. Bukan tempat untuk berpolitik,” kata Ketua DPD Komite Pedagang Pasar (KPP) Prov. Sumatera Selatan Asep Jovi Rafik di dalam keterangannya, Sabtu (22/12).

Sementara Abdul Rosyid Arsyad Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) menjelaskan apa yang dilakukan oleh para pedagang di Sumsel tersebut adalah aspirasi dan hak para pedagang pasar. Mereka menuding Sandiaga melakukan politisasi pasar. Menurutnya, sikap pedagang tersebut sebagai ungkapan kejengahan mereka atas politisasi pasar dari Sandiaga.

“Yang pasti pedagang kesal dengan ucapan Pak Sandiaga yang bicara mahal dan naik terus harga bahan pokok di pasar dan tidak ada bukti kongkrit yang sudah di lakukan Pak Sandiaga untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasar seluruh Indonesia semenjak Pak Sandiaga menjadi Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), saat cawapres Pak Sandiaga hanya memberikan janji-janji dan angan-angan ke pedagang pasar yang di kunjunginya,” ucap rosyid.

Lebih lanjut, menuturnya, pedagang pasar se-Indonesia akan melakukan pemasangan spanduk penolakan politisasi pasar yang tidak hanya akan dilakukan di Sumsel.

Dalam waktu dekat rencananya pedagang pasar di wilayah lain akan melakukan hal yang sama.

"Minggu depan saya dapat kabar jika pedagang pasar di provinsi lainnya juga akan melakukan pemasangan spanduk, dan komentar penolakan politisasi pasar yang dilakukan oleh Pak Sandiaga. Jika tidak terbendung, bisa dipastikan terjadi gerakan masing masing dari pedagang se-Indonesia menolak memilih Prabowo Sandi," beber Rosyid.

Terkait kebiasaannya blusukan ke pasar, Sandiaga mengaku untuk mendengar keluhan para pedagang. Seperti yang dilakukannya di Pasar Songgolangit Ponorogo, Jumat (21/12), setelah mendengar keluhan pedagang, Sandiaga berjanji jika bakal merealisasikan harga-harga supaya stabil dan terjangkau, jika diberi mandat oleh rakyat.

"Pedagang dan pembeli mengeluh harga-harga naik. Tidak hanya telur, tempe, tapi juga ayam dan beras. Salah satu solusinya adalah penyedehanaan rantai distribusi terbuka dan berkeadilan. Sehingga tiap ada hari raya besar semua kebutuhan pokok naik," tutur Sandi. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028