Senin, 27 Mei 2019 23:42 WIB

POLITIK

KPU Sentil Bambang Widjojanto Soal Pemilu Terburuk: Ingat Era Orba

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
KPU Sentil Bambang Widjojanto Soal Pemilu Terburuk: Ingat Era Orba Foto : Ketua Tim Hukum BPN Bambang Widjojanto melakukan pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilu 2019 ke Panitera MK. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Jurnalpatrolinews - Jakarta,  KPU menyentil ketua tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), terkait pernyataannya yang menyebut Pemilu 2019 merupakan pemilu terburuk dalam sejarah. KPU menilai BW tidak mengerti sejarah pemilu di Indonesia.

"Pernyataan Mas BW yang menyatakan bahwa Pemilu 2019 merupakan pemilu terburuk dalam sejarah Indonesia merupakan pernyataan yang ahistoris, serta tidak didasarkan pada data dan argumen yang jelas," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantohwi dalam keterangan tertulis, Senin (27/5).
 
Pramono kemudian membeberkan bagaimana pelaksaan pemilu saat masa Orde Baru. Menurutnya pemilu saat Orde Baru jauh lebih bermasalah dibanding dengan Pemilu 2019.
 
"Mungkin saya perlu mengingatkan bahwa kita pernah mengalami beberapa kali pemilu selama Orde Baru yang jumlah parpol dibatasi tidak lebih dari tiga, tidak boleh ada presiden penantang, semua caleg harus melalui proses penelitian khusus (litsus) oleh aparat untuk dinyatakan bersih," jelas Pramono.

Selain itu, Pramono mengatakan penyelenggara pemilu masa Orde Baru tidak independen karena berada di bawah kendali Departemen Dalam Negeri (Depdagri) sementara pengawas pemilu di bawah kejaksaan.

"(Era Orba) Tidak boleh ada pemantau pemilu, ada sekian jumlah kursi gratis di DPR (yang tidak dipilih dalam pemilu) bagi TNI/Polri, dan lain-lain," ucap Pramono.
 
Atas beberapa faktor itu, Pramono menegaskan bahwa Pemilu 2019 jauh lebih baik dibanding pemilu masa Orde Baru. Sebab Pemilu 2019 menganut asas luber dan jurdil.
 
"Bagi saya, seberapa pun banyaknya masalah yang ada pada pemilu-pemilu pasca-reformasi, termasuk Pemilu 2019, sudah bisa dipastikan masih jauh lebih baik dari pemilu selama Orde Baru," tutup Pramono.

(kumparan)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028