Minggu, 19 Januari 2020 11:55 WIB

INTERNASIONAL

Lima WNI Kembali Jadi Korban Penculikan, Diduga oleh Abu Sayyaf

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Lima WNI Kembali Jadi Korban Penculikan, Diduga oleh Abu Sayyaf Foto : Seorang WNI meminta tolong saat disekap oleh Abu Sayyaf (foto ilustrasi)

"Kami telah berkomunikasi dengan rekan-rekan di Filipina selatan dan sedang melakukan operasi lanjutan di daerah tersebut"

 

JurnalPatroliNews - Filipina,-- Lima nelayan warga negara Indonesia diculik dari tepi timur perairan Sabah di Lahad Datu, Malaysia. Mereka diduga diculik kelompok Abu Sayyaf dari Filipina selatan, yang kerap menyandera untuk meminta tebusan.

Enam pria bersenjata berpakaian terusan hitam menculik lima dari delapan nelayan, yang menggunakan kapal pukat. Mereka diculik sekitar pukul 20.00, di perairan antara Tambisan dan Kuala Meruap di Lahad Datu dekat perbatasan Laut Filipina, Kamis 16 Januari 2020.

Komandan Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom), Hazani Ghazali, mengatakan, orang-orang bersenjata itu datang dengan sebuah speedboat. Lalu, melarikan diri ke negara tetangga setelah mengambil lima sandera.

"Kami telah berkomunikasi dengan rekan-rekan di Filipina selatan dan sedang melakukan operasi lanjutan di daerah tersebut," kata Hazani, dilansir The Star, Minggu 19 Januari 2020.

Insiden ini diketahui sehari setelah penculikan sekitar pukul 13.00, ketika nelayan setempat memberi tahu polisi laut di Lahad Datu bahwa mereka telah melihat jaring ikan di daerah tersebut. Namun, para nelayan itu tak menemukan pukat maupun nelayan di sekitar perairan Tambisan.

Pasukan keamanan di bawah Esscom dikirim ke daerah itu segera dan pada pukul 21.00, mereka menemukan kapal pukat menuju Tambisan sebelum pasukan elite Esscom menaiki kapal pukat (SSK 00543) dan menemukan tiga anggota awak di dalamnya.

Nelayan kapal yang diculik adalah kapten kapal pukat, Arsyad Dahlan berusia 41 tahun, La Baa berusia 32 tahun, Riswanto Hayano berusia 27 tahun, Edi Lawalopo berusia 53 tahun, dan Syarizal Kastamiran berusia 29 tahun. Semuanya adalah orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan.

Kelompok-kelompok penculikan untuk tebusan di bawah kendali orang-orang bersenjata Abu Sayyaf seperti Salip Murah dan Mike Apo kerap melakukan penargetan di sepanjang perbatasan laut antara Sabah dan rantai Pulau Tawi Tawi Filipina dalam perburuan mereka.

Perairan Tambisan yang berjarak hampir 10 menit dari Pulau Tawi Tawi telah menjadi lokasi penculikan sebelumnya karena kedekatannya dengan Tawi Tawi.

[viva]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028