JPNews
JPNews

Jurnalpatrolinews - Sport,  Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku sangat menyayangkan dirinya batal bertarung dengan Valentino Rossi di MotoGP Malaysia akhir pekan lalu, mengingat rider Movistar Yamaha tersebut terjatuh usai memimpin jalannya balap selama 15 lap. Hal ini disampaikan Marquez kepada GPOne di sela gelaran EICMA di Milan, Italia.

Dalam balapan tersebut, Rossi yang start dari posisi kedua langsung memimpin dan meninggalkan Johann Zarco dan Marquez. Saat balapan menyisakan tujuh lap, Marquez yang telah melewati Zarco pun mulai mendekati Rossi dan keduanya diprediksi akan berduel hingga finis. Sayang, prediksi ini pupus usai Rossi terjatuh di Tikungan 1 pada Lap 16.

"Setiap tahun kami coba memperbaiki diri dan menghindari kesalahan masa lalu. Di Sepang, meski tak sesuai rencana, saya mampu bertarung memperebutkan kemenangan, sementara di balapan-balapan lain saya bisa finis jauh dari depan atau bahkan terjatuh. Saya rasa inilah perbedaan terbesar dan bakal bermanfaat di masa depan," ujar Marquez.

Rossi sendiri sudah tak lagi mencicipi kemenangan sejak MotoGP Belanda 2017, dan tak menapakkan kaki di podium sejak MotoGP Jerman pada Juli lalu. Performanya di Sepang pun kontan membuat banyak pihak terkejut, tak terkecuali Marquez sendiri.

"Performa Vale membuat saya sangat terkejut, karena tak mudah untuk mempertahankan ritme balap di kondisi cuaca seperti itu. Lap-lap terakhir adalah bagian terburuk, karena Anda kehabisan cairan tubuh dan energi," tutur tujuh kali juara dunia ini.

"Bakal menyenangkan bertarung dengan Vale, apalagi ketika saya sudah mengunci gelar. Saya rasa kami berdua tampil sangat ngotot dan mencapai limit ban, tapi beginilah yang terjadi. Sangat disayangkan Vale terjatuh, tapi begitulah dunia balap dan yang terpenting adalah kami bisa menang," pungkas Marquez. (bola.net)


KOMENTAR