Rabu, 28 November 2018 20:51 WIB

KORUPSI

Masa Penahanan Diperpanjang, Idrus Marham Minta Fasilitas KPK Diperbaiki

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Masa Penahanan Diperpanjang, Idrus Marham Minta Fasilitas KPK Diperbaiki Foto : Mantan Menteri Sosial Idrus Marham

JurnalPatroliNews JAKARTA - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul 17.40 WIB dengan menggunakan rompi orange. Kepada awak media, Idrus mengaku telah dilakukan perpanjangan penahanan.

"Ya, ini perpanjangan yang kedua, perpanjang terakhir satu bulan terakhir ini. Kita berharap semuanya nanti berjalan dengan baik. Kita menghargai proses-proses yang dilakukan KPK," terang Idrus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/11).

Mantan Sekjen Partai Golkar tersebut berharap pada penahanan terakhirnya selama satu bulan ke depan dapat berjalan dengan lancar. Idrus mengaku, selama menjalani penahanan ada beberapa hambatan dari KPK. Diantaranya, ia mengeluhkan masalah kendaraan operasional tahanan KPK.

"Ini misalkan supaya jangan telat, kan kadang-kadang kita sudah selesai karena memang kendaraannya terbatas maka kita tunggu," terangnya.

Idrus juga menyoroti kurangnya sumber daya manusia di lembaga antirasuah ‎untuk menangani kasus-kasus yang sedang disidik. Mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut meminta agar pemerintah memperhatikan personil yang ada di KPK.

"Demikian pula misalnya banyaknya masalah-masalah yang ditangani KPK, personelnya memang masih kurang dan lain-lain. Saya kira ini memang perlu menjadi perhatian ke depan supaya berjalan dengan baik," ujarnya.

Idrus enggan berkomentar lebih dalam saat ditanyakan apakah ada agenda pertemuan dengan Johannes Kotjo terkait dana sumbangan untuk suami Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Saragih, Muhammad Al Khadziq, untuk ongkos kampanye Pilkada Temanggung Juni lalu.

"Saya kira tunggu lah di persidangan. Di dalam pemeriksaan terakhir kan semua dijelaskan. Jadi saya tidak perlu menjelaskan, biar mereka semua menjelaskan langsung. Kalau saya menjawabnya itu nanti bias," sambungnya.

Sebelumnya pada persidangan Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/11), Kotjo menyampaikan uang S$50 ribu untuk keperluan Umrah Idrus, itu disampaikan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih melalui pesan singkat kepada dirinya.

KPK dalam perkara ini menduga Idrus Marham mendapat bagian yang sama besar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebesar US$1,5 juta yang dijanjikan Johanes Budisutrisno Kotjo bila perjanjian atau purchase power agreement proyek PLTU Riau 1 dimenangi Johannes Kotjo. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -