Kamis, 19 September 2019 18:44 WIB

DAERAH

Nelayan Desa Bubun Kabupaten Langkat Mengamuk, Dua Board Pukat Tarik di Hancurkan

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Nelayan Desa Bubun Kabupaten Langkat Mengamuk, Dua Board Pukat Tarik di Hancurkan Foto : Dua Board Pukat Layang/ Pukat Tarik Yang Dihancurkan Massa Nelayan Desa Bubun.

JurnalPatroliNews - Langkat, Dua ratusan lebih masyarakat nelayan Desa Bubun Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengamuk, dan mereka menghancurkan dua boad jenis alat tangkap pukat tarik atau pukat layang, pada Rabu malam (18/9/2019), sekira pukul 11.00 Wib.

Massa mengamuk, karena pukat yang dilarang Pemerintah tetap beroperasi di kawasan perairan laut Desa Bubun.

Informasi dihimpun jurnalpatrolinews.co.id, dari masyarakat mengatakan, massa mendapatkan 2 yunit boad (sampan bermesin) sedang beroperasi menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang sudah dilarang pemerintah (pukat tarik/pukat layang).

Sekelompok masyarakat nelayan jaring kepiting dan jaring udang yang melihat adanya 2 boad pukat tarik/ pukat layang itu, kemudian mendatanginya, dan seketika itu juga sekelompok nelayan menangkap kedua pengemudi boad beserta boadnya.

Selanjutnya, kedua warga tersebut beserta boadnya, kemudian dibawa kelokasi kantor Desa Bubun, yang berada di Dusun lll Desa Bubun.

Warga yang terus berdatangan di seputaran kantor desa, kemudian menaikkan dua boad untuk didaratkan.

Selanjutnya massa yang diperkirakan mencapai dua ratusan warga melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan 2 board tersebut.

Sementara kedua pemilik boad diamankan aparat pemerintahan Desa Bubun, ke dalam kantor desa, agar tidak dipukul massa.

Tidak lama kemudian, aparat Kepolisian Polsek Tanjung Pura, datang, setelah mendapat laporan dari warga.

Kedua warga yang diketahui bernama Awaludin dan Dedi, yang berdomisili di Desa Kwala Serapuh ini, selanjutnya di bawa ke Mapolsek Tanjung Pura untuk dimintai keterangannya.

Sampai saat ini, kasus tersebut sedang ditangani pihak Polsek Tanjung Pura.

 

Kepala Dusun lll Desa Bubun, Riki Hamdani Syahpira, didampingi Polisi masyarakat (Polmas) Desa Bubun, Buyung Anas, mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 Wib, dimana massa nelayan menangkap 2 orang pembawa boad/ sampan.

Massa nelayan mengamuk, karna masih ada nelayan yang menggunakan alat tanggkap pukat layang/pukat tarik, tepatnya, dilokasi penangkapan ikan nelayan tradisionil Desa Bubun, atau diperairan laut Bubun.

Berdasarkan informasi dari warga, massa mengamuk, karna pukat tersebut ada melanggar alat tangkap ikan kepiting dan udang. Ditambah lagi, adanya peraturan pemerintah yang melarang beroperasi pukat tersebut, sehingga, massa semakin berigas menghancurkan boad.

Peristiwa ini, bukanlah yang pertama kali, namun sudah yang ke tiga kalinya, dengan beberapa kejadian pembakaran boad, ditahun lalu itu, dengan menggunakan alat tangkap yang sama.

Adapun jenis boad yang dihancurkan itu yakni berjenis sampan/boad potongan seruai, dengan ukuran 25 kaki, dengan mesin berkekuatan dompeng 23 PK. (fahlevi)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -