Kamis, 26 Maret 2020 10:43 WIB

DAERAH

Nyepi di Kota Mataram, Lombok Berlangsung Lancar, Aman & Damai

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Nyepi di Kota Mataram, Lombok Berlangsung Lancar, Aman & Damai Foto : Perayaan Nyepi ala Lombok/Ist

JurnalPatroliNews -- Mataram -- Pelaksanaan Hari Raya NYEPI - Tahun Baru Caka-Bali 1942, Rabu (25/03) yang diwarnai Catur Brata Penyepian di kota Mataram berlangsung lancar aman damai.

Suasana Nyepi di jantung kota NTB ini tampak memiliki vibrasi yang unik, sebab setelah sekian lama meninggalkan kota ini, salah seorang warga Em Zulkifli yang sebelumnya lama di Singaraja north Bali, menemukan suasana yang beda dengan Nyepi di Bali.

"Bayangkan vibrasinya, jika menjejakkan kaki di kota Mataram Cakranegara dan sekitarnya pasti membuat betah 20 kali saya ikut larut Nyepi di Bali, dan sekali ini sejak menjalani Nyepi yang luar biasa nuansanya," ujar Em Zulkifli.

Pengalaman ini ditambah lagi dengan merebaknya kasus endemi Covid-19, sehingga nyaris dari pagi sampai malam beberapa sudut kota Mataram lengang.

''Ya begitulah Mataram, sesuai yang diidamkan oleh I G AA Karangasem Lombok Raja Mataram Lombok, kota Mataram sebagai pusat peradaban dunia dimana dinobatkan untuk keberagaman dengan toleransi yang tinggi bagi agama agama Nusantara. Dibuka ruang bagi segala etnis untuk memajukan Lombok sebagai salah satu bandar perdagangan dunia bersaing dengan bandar perdagangan lainnya," ujar Zulkifli.

Menurut Zulkifli, Syahbandarnya pun lintas etnis sosok raja Mataram Lombok yang mempersunting istri dari keturunan penghulu agama Islam menjadikan nuansa keberagaman dalam teloransinya sebuah keharusan merujuk kemajuan membuat iri penguasa Batavia kala itu, sehingga menggunakan isu agama meluluh lantakkan kependudukan dinasti Mataram Lombok.

"Terlepas dari itu, saya hanya mengorek sejarah dan nuansa bathin yang saya rasakan malam ini berbaur dengan pecalang yang menggunakan keris panjang dan baju Dodot khas hitam hitam mengamankan lingkungannya dalam melaksanakan Nyepi, 'no arak' hanya kopi selem," imbuhnya.

Selebihnya, akhir kata Em Zulkifli menukil lagi kisah terputus dari wartawan senior Bali Post (Made Tirthayasa) yang jaya di eranya setelah korona mereda to Bumi Panji Sakti. (TiR).--


Baca Juga
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028