Rabu, 27 November 2019 12:50 WIB

KRIMINAL

Pelaku Pembunuhan Guru Dituntut 10 dan 7 Tahun Penjara

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Pelaku Pembunuhan Guru Dituntut 10 dan 7 Tahun Penjara Foto : Suasana jalannya sidang

JurnalPatroliNews - Manado,--  Pengadilan Negeri (PN) Manado kembali mengadakan sidang lanjutan atas kasus pembunuhan dan penganiyayan murid terhadap guru di Manado, Selasa, (26/11/2019) kemarin.

Agenda sidang kali adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manado Zulhia Jayanti Manise.

Jaksa penutut umum (JPU) membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Manado terhadap dua terdakwa kasus pembunuhan guru dengan korban Alexander Pangkey, masing masing FL (16) dengan pidana 10 tahun penjara dan OU (16) 7 tahun penjara.

Seusai persidangan, JPU Zulhia Jayanti Manise mengatakan kepada JurnalPatroliNews  bahwa dua terdakwa dituntut dalam pasal 340 KUHP.

“Iya, tuntutan telah kami bacakan untuk masing masing terdakwa, 10 tahun untuk pelaku utama dan 7 tahun terhadap terdakwa yang bersama sama dengan sang terdakwa utama, dengan pasal 340 KUHP JO paaal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ucap Zulhia Jayanti.

Menurut JPU, terdakwa yang masih dibawah umur tersebut, dilakukan penuntutan sesuai dengan pasal yang telah disebutkan diatas, dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan menurut undang undang tuntutan setengah dari itu, dan untuk melakukan penuntutan hukuman seumur hidup ataupun hukuman mati pun tidak di benarkan dalam undang undang.

Hal ini sudah diatur dalam undang undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan tindak pidana terhadap anak.

“Semua jeratan pasal yang menghukum anak di bawah umur tidak boleh lebih 20 tahun penjara, meskipun apa yang dilakukan sudah seperti orang dewasa,” terang Zulhia Jayanti.

Sementra itu secarah terpisah terpantau di PN Manado, pihak keluarga korban tampak tak menerima dengan hasil pembacaan tuntutan dari JPU karena menilai terdakwa sudah berusia 19 tahun.

“Sampai hati kalian membela si pembunuh,” ungkap istri korban dengan isak tangisnya.

Kuasa hukum keluarga korban, Yuddi Robot mengakui tuntutan dari JPU sudah maksimal dan sesuai dengan UU perlindungan anak.

“Sebaiknya pihak kejaksaan menyampaikan ini kepada keluarga korban, dalam rangka mengedukasi tentang UU perlindungan anak, supaya keluarga korban dapat memahami beginilah UU perlindungan anak di Indonesia,” tutup Yuddi Robot.

Adapun sidang lanjutan dalam agenda pembacaan putusan akan digelar pada Senin, (02/12/2019) nanti.

(Dimas Koesnan)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028