JPNews
JPNews
Kamis, 08 November 2018 09:26 WIB

Peluncuran “Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin” (CTSS) Institut Pertanian Bogor (IPB)

Beno - jurnalpatrolinews
Peluncuran “Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin” (CTSS)  Institut Pertanian Bogor (IPB)   Foto : Logo Transdisiplin atau Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS)

 

JurnalPatroliNews - BOGOR,--  Institut Pertanian Bogor (IPB) mendirikan Pusat Kajian Sains Berkelanjutan dan Transdisiplin atau Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS). Peresmian CTSS dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC) oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria.

Dr. Arif Satria menyatakan bahwa CTSS merupakan pusat kajian baru di IPB yang diharapkan untuk dapat melahirkan pemikiran-pemikiran baru dan gagasan-gagasan mutakhir terkait sains keberlanjutan.

CTSS menduduki relung yang unik ditengah perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat, yang memiliki dampak besar terhadap peradaban manusia, dan keberlanjutan kehidupan. Oleh karena itu, CTSS diharapkan dapat berkontribusi kepada lahirnya pengetahuan-pengetahuan baru (new knowledge) yang melibatkan pengetahuan lokal dan sains modern secara transdisiplin.

Prof. Dr. Damayanti Buchori selaku Direktur CTSS menambahkan bahwa sains keberlanjutan dan transdisiplin mempunya posisi yang strategis untuk memecahkan masalah-masalah kompleks yang timbul dalam kegiatan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). Hal ini terjadi karena sustainability menyangkut beragam aspek mulai dari dimensi sosial, budaya, ekonomi, sumberdaya alam, dan politik.

Isu seperti ini tidak dapat diselesaikan secara parsial atau hanya satu sisi, sehingga diperlukan pendekatan Transdisiplin yang holistic dan melibatkan para pihak. Untuk mewujudkan ini, CTSS akan berperan sebagai “hub pengembangan pengetahuan” yang menjalankan misinya sesuai dengan prinsip-prinsip ko-kreasi dan transdidiplin untuk Sains keberlanjutan

Peluncuran CTSS secara resmi ini dilanjutkan dengan Simposium Internasional pertama dalam bidang Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin di Indonesia. Simposium yang bertajuk “Transdisciplinary Approach for Knowledge Co-Creation in Sustainability” ini dihadiri oleh peserta dari beragam bidang keahlian dari berbagai institusi perguruan tinggi, kalangan pemerintah, dan organisasi non pemerintah (NGO).

Pembicara kunci yang hadir dari Universitas Passau Jerman, UNTAR Malaysia, IPB, Maastricht School of Management (MSM) Belanda dan salah satu kepala adat dari Papua. Topik symposium ini meliputi pemahaman kompleksitas dan peran pengetahuan local dalam sains keberlanjutan; sosiologi, budaya, dan pengelolaan pengetahuan; ekologi dan konservasi untuk keberlanjutan; dan ilmu dasar, ekonomi, dan teknik untuk sains berkelanjutan.   

 

 


KOMENTAR