Senin, 22 April 2019 11:12 WIB

DAERAH

Peneliti Senior Seameo Biotrop, IUPHKM Bandar Pulau, Binaan Pertamanya Di Sumatera Utara

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Peneliti Senior Seameo Biotrop, IUPHKM Bandar Pulau, Binaan Pertamanya Di Sumatera Utara Foto : Prof. Dr. Ir. Supriyanto, DEA saat memberikan pelatihan bagi pemilik IUPHKM Bandar Pulau di Sabty Garden Kisaran.

Jurnalpatrolinews - Kisaran,  Peneliti Senior SEAMEO BIOTROP atau Persatuan Tenaga Pendidik se-Asia Tenggara Prof. Dr. Ir. Supriyanto, DEA yang juga Dosen pada Departemen Silvikultur Fakultas Kehutan IPB, dan juga Anggota Dewan Atsiri Indonesia serta Ketua Program Smarts-Be SMK Se-Indonesia, menjadikan Kelompok Tani Pemilik Ijin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) dan Hutan Kemitraan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumut menjadi binaan yang pertama di Sumatera Utara.

"Selama ini kita bergerak pada level pendidikan nasional kini kita turun pada level petani untuk HKm di Huta Rao," kata Supriyanto, Usai melakukan Pelatihan Budi Daya Tanaman dan Tekhnik Kimia Tanah Bagi pemilik IUPHKM Kecamatan Bandar Pulau, Minggu 21/4/2019
 
Kita sudah turun kelokasi HKm, sambungnya, Bandar Pulau, Desa Huta Rao dan mendengarkan langsung dari Bapak Segar M. Nur Kelompok Tani Hutan Kemitraan Desa Aek Nagali  yang sudah membudidayakan Jernang walau masih skala kecil, tapi ini bisa menjadi pintu masuk Konservasi Jernang yang keberadaannya terancam punah.
 
"Masyarakat terus memburu buah jernang (rotan hutan) yang bernilai jual tinggi, hingga tidak adalagi sisa buahnya untuk dijadikan bibit,"terang Supriyanto.
 
Melalui skema HKm dan Hutan Kemitraan masyatakat sekitar hutan yang telah memiliki wadah dan legalitas yang syah dari KLHK RI, terwujud petani-petani tangguh, dengan diberikan pelatihan, binaan dengan tekhnologi pertanian maupun kearifan lokalnya.
 
"Ini binaan pertama kita di Sumut, atas usulan dari Mahama saat perwakilannya menemui kita di Bogor dan sudah kita inventarisir jenis tanaman nya untuk ditanam di HKm dan Hutan Kemitraan. Ada
Pala, Jernang, Kopi, Aren, vanili bahkan Kemenyan juga bisa dibudidayakan disini,"papar Supriyanto.
 
Saya tahu, tambah Supriyanto karakter tanah dan iklim nya di lokasi Hkm Huta Rau, Kemenyan juga cocok dikembangkan, karna saya anggota Dewan Atsiri Indonesia (DAI)
 
Sementara salah seorang peserta pelatihan dari kelompok tani Hutan Kemitraan, Juli Surbakti sangat antusias dengan kehadiran Prof. Dr. Supriyanto, DEA membina mereka.
 
"Kalau Bapak Prof ini yang membina kita petani HKm dan Hutan Kemitraan Bandar Pulau ini akan berdaya guna, karena dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi wawasan dan semangat peserta Hkm bertambah luas,"ungkap Juli Surbakti disela-sela kegiatan Pelatihan dan bincang bersama dengan Prof. Dr. Supriyanto.
 
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Kisaran Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Ir. Wahyudi, S.Hut bertekad untuk menjadikan HKm dan Hutan Kemitraan Bandar Pulau sebagai pilot proyek unggulan Agroforestry.
 
"Mumpung saya masih disini, ada kenangan yang baik kita tinggalkan dan HKm maupun Hutan Kemitraan ini menjadi Agroforestry unggulan KPH III,"kata Wahyudi
 
Semoga, tambah wahyudi, kelompok tani semakin bergairah, tambah bersemangat dengan mengikuti pelatihan ini.
 
Hal serupa juga diutarakan oleh Kepala Desa Aek Nagali Subono bahwa Hutan Kemitraan mereka telah berjuang sejak tahun 2013 namun baru ini nampak titik terang nya.
 
"Terimakasih KPH III, yang telah memfadilitasi pelatihan ini terimakasih kepada Bapak Angkat PT. Mahama, sudah sekian lama kami berjuang baru inilah terlihat titik terang nya,"ujar Subono
 
Direktur Utama PT. Mahama, sebagai calon Bapak Angkat, Haris Suwondo memberi aplaus terhadap peserta pelatihan dan meminta masukan-masukan dari setiap kelompok untuk inventarisir jenis tanaman yang akan ditanam agar terpola dan termanagemen dengan baik. Bahkan kegiatan pelatihan tersebut berkat kerjasama dengan PT. Mahama.
 
"Coba bapak ibu peserta berikan masukan untuk memfokuskan jenis tanaman apa yang hendak kita kelola,"kata Haris Suwondo
 
Sejauh ini dalam amatan Kader Konservasi Alam (KKA) underbow Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) Kementerian LKH RI, Amiruddin Dolok Saribu mengatakan, Perlu untuk dibuat sebuah Rancangan Tekhnis (Rantek) draft MoU antara PT. Mahama, dengan Pemilik IUPHKM dan Hutan Kemitraan agar kelak kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan.
 
"Perlu dibuat MoU, Rantek, RKU, RKT agar dapat go public, walaupun HKm dan Hutan Kemitraannya sudah legal tapi harus ada pegangan bagi kedua belah pihak bagaimana usaha tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya agar dikemudian hari tidak ada konflik yang timbul dan  dapat merugikan serta menghambat jalannya proses HKm dan Hutan Kemitraan,"kata Amiruddin Dolok Saribu
 
Ketua Asosiasi Hutan Kemasyarakatan Kabupaten Asahan, Tripurno Widodo, SH selaku pihak yang mendampingi kelompok HKm di Bandar Pulau mengatakan sedang membuat draft MoU Mitra Kelompok HKm.
 
"Kita sedang membuat draft MoU nya, yakni sistim atau pola operasional kemitraan baik mitra Kelompok HKm dan Mitra Perusahaan,"kata Tri Purno Widodo, SH saat dihubungi, Senin 22/4/2019
 
Tetap semangat kawan-kawan, lanjut Widodo, kegiatan semalam merupakan langkah yang positif untuk terwujudnya HKm kita. (tim)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -