Jumat, 28 Februari 2020 22:50 WIB

POLITIK

Pengamat Sebut, 'Amien Rais' Dianggap Tidak Mampu Menerima Kekalahan

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Pengamat Sebut, 'Amien Rais' Dianggap Tidak Mampu Menerima Kekalahan Foto : Ricuhnya antara dua kubu pendukung di sidang pleno Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). (ANTARA)

"Alasannya itu saja beliau tentu tidak iklas menerima kenyataan bahwa dia akhirnya tumbang," lanjut Qodari.

 

JurnalPatroliNews - Jakarta, Manuver pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais yang meminta Menkumham Yasonna Laoly tidak mengesahkan hasil Kongres V PAN di Kendari dianggap bentuk ketidakiklasan Amien menghadapi kekalahan.

"Kalau saya bilang itu karena Pak Amien tidak mampu menerima kenyataan saja bahwa jagoannya kalah dan dianya tumbang di PAN. Biasanya kan di PAN itu siapa siapa yang disetting Pak Amien pasti lolos. Nah sekarang gagal nih. Pak Amin tidak bisa menerima itu sehingga dicarilah jalan untuk bisa membatalkan yang tentunya juga susah," kata pengamat politik Mohammad Qodari di Jakarta, Jumat (28/2).

Dijelaskan Qodari, selama ini semua skenario kepemimpinan di PAN itu diatur oleh Amien Rais. Dalam kenyataannya skenario yang diatur Amien tidak berjalan di lapangan sehingga membuat dia kecewa.

"Alasannya itu saja beliau tentu tidak iklas menerima kenyataan bahwa dia akhirnya tumbang," lanjut Qodari.

Terkait Kongres yang dianggap bermasalah seperti kata Amin menurut Qodari juga tidak tepat. Pasalnya usai perhitungan suara pesaing terkuat Zulkifli Hasan yaitu Mulfachri Harahap justru mendatangi Zulkifli dan memberikan selamat karena terpilih kembali.

"Padahal jika dianggap bermasalah maka Mulfachrilah yang harusnya mengajukan gugatan bukan Pak Amin," ujarnya.

(*/lk/ant)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028