Jumat, 01 Februari 2019 13:32 WIB

BISNIS

Perlu Dievaluasi, Kemenhub Dapat Masukan dari Komisi V DPR RI Soal Bagasi Berbayar Oleh Lion Air

Beno - jurnalpatrolinews
Perlu Dievaluasi, Kemenhub Dapat Masukan dari Komisi V DPR RI Soal Bagasi Berbayar Oleh Lion Air Foto : Ist
JurnalPatroliNews - Jakarta,  Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyatakan penerapan bagasi berbayar oleh Lion Air dan Wings Air perlu diperbaiki. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan regulator pada 31 Januari 2019.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menuturkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan langkah-langkah terkait penerapan bagasi berbayar. Salah satunya dengan melakukan evaluasi penerapan tersebut.
 
"Kami telah melakukan evaluasi, terhadap penerapan bagasi berbayar yang telah dilakukan oleh Lion Air dan Wings Air. Langkah tersebut kami lakukan setelah mendapatkan masukan dari Komisi V DPR RI," tutur Polana di Jakarta, Jumat (1/1).
 
Beberapa hal yang harus ditindaklanjuti oleh Lion Air dan Wings Air, terang Polana, yaitu masih banyaknya pengguna jasa angkutan udara yang belum memahami tata cara pembelian bagasi melalui prabayar. Sehingga penumpang banyak membeli di konter check in counter dengan harga excess baggage ticket (EBT) yang jauh lebih tinggi. Hal tersebut menimbulkan keluhan dari para penumpang.
 
Selanjutnya, sebut Polana, adalah terkait tarif bagasi berbayar prabayar yang belum disosialisasikan dengan baik sehingga masyarakat belum mengetahui besaran harganya.
 
Kemudian, sambung Polana, pembelian bagasi berbayar prabayar melalui situs PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) masih terdapat beberapa kekurangan tampilan pada sistem, di antaranya pembelian bagasi berbayar untuk penerbangan langsung, transit, dan transfer yang dilakukan oleh Lion Air, Wings Air, Batik Air, atau kombinasinya.
 
Poin selanjutnya adalah agar setiap keluhan penumpang terkait bagasi berbayar dapat ditindaklanjuti secara proporsional dengan menyampaikan tindak lanjut yang dilakukan. Untuk selanjutnya, papar Polana, hal tersebut menjadi suatu informasi yang mengedukasi penumpang, melalui media elektronik, media cetak, maupun media sosial.
 
"Terakhir, melakukan sosialiasi dengan membuat infografis mengenai daftar harga tarif prabayar maupun EBT untuk semua rute yang dilayani dan batasan bagasi prabayar yang dapat dibeli oleh penumpang," imbuh Polana.
 
Polana berharap agar poin-poin evaluasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi polemik berkepanjangan di antara penumpang dan pihak maskapai.
 
"Kami berharap agar Lion Air dan Wings Air dapat segera melaksanakan hasil evaluasi agar terjadi keseimbangan dan tidak memberatkan masyarakat serta menjaga kelangsungan maskapai penerbangan," tutup Polana.
 
(*luk)


Berita Terkait
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -