JPNews
Kamis, 06 Desember 2018 20:43 WIB

BISNIS

Pertamina dan Kementerian ESDM Resmikan SPBU BBM Satu Harga di Nias

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Pertamina dan Kementerian ESDM Resmikan SPBU BBM Satu Harga di Nias Foto : Peresmian SPBU BBM Satu Harga di Nias, Sumatra Utara, Kamis (6/12/2018).

JurnalPatroliNews NIAS - PT Pertamina (Persero) bersama dengan Kementerian ESDM meresmikan kembali SPBU Kompak 16.228.521 di Distrik Sitolu Ori - Kabupaten Nias Utara dan SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala - Kabupaten Nias Selatan pada Kamis (6/12) siang waktu setempat.

Dua lembaga penyalur di Sumatera Utara ini merupakan titik BBM Satu Harga ke-47 dan 48 yang diresmikan oleh Pertamina di 2018.

Hadir dalam peresmian Menteri ESDM Ignasius Jonan, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid, Bupati Kabupaten Nias Utara Marselinus Ingati Nazara, Walikota Gunung Sitoli Lakhomizaro Zebua.

Mas'ud menjelaskan, SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala - Kabupaten Nias Selatan akan menerima suplai BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Gunung Sitoli. Distribusi dari TBBM Gunung Sitoli ke SPBU Kompak 16.228.521 memakan waktu lebih dari dua jam dengan moda perjalanan darat (sekitar 95 km), atau lebih dari 6 jam apabila ditempuh melalui jalan laut (sejauh 64,3 kilometer). Pada SPBU ini akan disediakan BBM jenis Premium dan Solar.

"Sebelum dilakukan program ini, harga Premium di Distrik Sitolu Ori mencapai Rp 12.000 per liter. Sedangkan, Biosolar Rp 9.000 per liter. Saat ini, masyarakat Distrik Sitolu Ori bisa menikmati harga Premium Rp 6.450 dan Rp 5.150 untuk Solar," jelas Mas'ud saat dijumpai dalam peresmian SPBU BBM Satu Harga di Nias, Sumatra Utara, Kamis (6/12/2018).

"Sementara itu, SPBU Kompak 16.228.521 di Distrik Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara berjarak 41 kilometer dari TBBM Gunung Sitoli. Sebelum adanya BBM Satu Harga, masyarakat setidaknya membayar Rp7.500 per liter untuk Premium dan Rp7.000 per liter untuk Solar," tambahnya.

Mas’ud menambahkan, Hingga Desember 2018, Pertamina telah melakukan uji operasi di 67 SPBU yang menjalankan BBM 1 Harga. Ini sesuai dengan target dan roadmap yang ditugaskan pemerintah ke Pertamina.

"Dengan demikian, dari target 150 titik BBM 1 Harga yang diberikan ke Pertamina selama 3 tahun 2017-2019, sudah terealisasi 121 titik," sebutnya.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Ignasius Jonan menambahkan, peresmian BBM Satu Harga ini merupakan realisasi komitmen Pemerintah dan Pertamina untuk menyediakan BBM dengan harga sama seperti wilayah lain di Indonesia.

"Program BBM Satu Harga merupakan visi Pemerintah untuk mewujudkan keadilan suplai energi bagi masyarakat Indonesia. Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang sudah menjalankan mandat ini dengan sangat baik, dan berkomitmen untuk mencapai target BBM 1 Harga 2018 di 67 titik sebelum akhir Desember 2018," ujarnya.

Jonan menambahkan, sampai saat ini secara total sudah ada 122 SPBU yang menyalurkan BBM satu harga, dari target 130 titik. Tahun depan, lanjut Jonan, akan ditambah 30 titik lagi.

"Tahun ini target total 130 titik selesai, tahun depan tambah lagi 30 titik," tuturnya.

Adapun, selain meresmikan SPBU BBM Satu Harga, Jonan juga membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan Konversi Minyak Tanah (Mitan) ke LPG 3 kg di Pulau Nias. Konversi mitan ke LPG 3 kg dilakukan oleh Pertamina melalui mitra PT Kogas Driyap Konsultan, dan pada Desember 2018, direncanakan akan didistribusikan sebanyak 21.859 paket perdana di wilayah Kabupaten Nias Utara. (dai)


KOMENTAR
Silakan login untuk memberikan komentar
LOGIN