JPNews
Jumat, 11 Januari 2019 18:29 WIB

BISNIS

PGN Tambah Jargas Rp124 Miliar di Wilayah Banten, 5.043 Rumah Nikmati Gas Bumi

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
PGN Tambah Jargas Rp124 Miliar di Wilayah Banten, 5.043 Rumah Nikmati Gas Bumi Foto : Petugas memberikan penjelasan terkait meteran gas kepada warga di salah satu rumah warga pengguna jaringan gas bumi PGN.

JurnalPatroliNews JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menambah jaringan gas atau Jargas untuk wilayah operasi Serang, Banten. Penambahan Jargas yang menyasar pengguna rumah tangga ini diharapkan akan meningkatkan penggunaan energi baik yang lebih terjamin dan murah.

Pembangunan Jargas di wilayah Kabupaten Serang, Banten merupakan proyek yang didanai anggaran Kementerian ESDM. Untuk merampungkan pengerjaan Jargas, KESDM menyiapkan dana mencapai Rp124,88 miliar.

Pada tahap pengoperasian nanti, PGN akan memanfaatkan sumber gas yang berasal dari ConnocoPhilips Grissik Ltd, dengan volume mencapai 0,2 MMSCFD. Pekerjaan pembangunan Jargas sesuai target, yang dimulai pada Mei hingga akhir Desember 2018.

Dalam rencana pengoperasian, Jargas tersebut akan mengaliri sebanyak 5.043 saluran rumah atau SR, tepatnya di wilayah Kecamatan Kramatwatu, Serang. “Perluasan Jargas ini adalah upaya bersama untuk memperluas dan pemerataan pemanfaatan kekayaan alam negeri ini,” ujar Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, dalam rilisnya, Jumat (11/1).

Gigih mengungkapkan, sejauh ini, pemerintah dan PGN bahu membahu melakukan perluasan pembangunan Jargas. Ke depan, katanya, kian banyak skema yang bisa digunakan untuk merealisasikan pembangunan Jargas.

“Sebab, gas merupakan energi masa depan yang sangat membantu kehidupan masyarakat. Indonesia melalui PGN mempunyai potensi besar sebagai penyangga dan pelayan bagi masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, terdapat beberapa keunggulan gas pipa khususnya yang didistribusikan PGN antara lain berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri. Artinya, dari sisi makro, penggunaan gas pipa bagi konsumsi rumah tangga, tak membebani neraca perdagangan lantaran impor gas yang terjadi pada gas elpiji.

Gas pipa yang dijajakan PGN merupakan jenis gas metana berbobot jenis ringan, sehingga cepat dan gampang menguap, minim risiko kebakaran.

Sedangkan gas Elpiji merupakan gas propana dengan bobot massa lebih berat, mudah tersulut.

“Keunggulan-keunggulan tersebut akan lebih memudahkan masyarakat mengakses energi yang lebih ramah lingkungan, dan penggunaan gas inipun membantu kemandirian energi nasional,” kata Gigih. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -